MDLA Percepat Modernisasi Rantai Pasok Kesehatan Lewat Data 20 Tahun

2026-01-12 13:12:57
MDLA Percepat Modernisasi Rantai Pasok Kesehatan Lewat Data 20 Tahun
JAKARTA, – Pemanfaatan data operasional selama lebih dari 20 tahun menjadi landasan modernisasi rantai pasok kesehatan yang tengah dipercepat emiten sektor kesehatan PT Medela Potentia Tbk (MDLA). Perusahaan memaparkan bahwa rekam data sejak 2003 kini diolah dengan teknologi terbaru untuk memperkuat efisiensi dan pengambilan keputusan.Information Technology Director MDLA, Cahyadi Suwindra Sugondo, menyebut perjalanan digital perusahaan bukanlah hal baru, tetapi proses panjang yang terus berkembang mengikuti teknologi.“Kami sudah menggunakan digital sejak 2003 dan data yang terkumpul sangat banyak. Kami sekarang mencoba mengolah data tersebut, mencari insight apa yang bisa disimpulkan menggunakan teknologi seperti AI,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Selasa .Modernisasi dilakukan di seluruh titik proses distribusi kesehatan. Pada sisi konsumen, MDLA mengoperasikan GoApotik yang terhubung dengan jaringan apotek.Layanan ini diperkuat GPOS B2B dan GPOS Lite yang membantu apotek melakukan pemesanan digital langsung ke prinsipal dan meningkatkan akurasi pencatatan stok.Pada area rantai pasok, perusahaan menerapkan Warehouse Management System (WMS) dengan pemantauan suhu real-time, barcode system, dan integrasi inventori untuk mempercepat pemenuhan permintaan. Selain itu, sejumlah proses dirancang menggunakan teknologi berbasis AI.Baca juga: Laba Medela Potentia (MDLA) Tumbuh 2 Digit Kuartal III-2025, Ekspansi Digital dan Ekspor Dorong KinerjaAI Optimizer Planning System dimanfaatkan untuk merencanakan pengadaan dan alokasi produk berdasarkan pola permintaan dan ketersediaan stok.Pada tahap distribusi, perusahaan menggunakan AI-powered courier routing untuk menentukan rute pengiriman otomatis sehingga layanan ke apotek dan fasilitas kesehatan lebih cepat dan konsisten.Di sisi komersial, aplikasi Infostep memungkinkan pemantauan stok, riwayat transaksi, hingga pemesanan langsung dari perangkat mobile. Seluruh layanan tersebut terhubung dalam platform teknologi informasi terpadu untuk memastikan proses distribusi berjalan modern dan responsif.HR & Sustainability Director MDLA, Nancy Kartika, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan.“Pendekatan teknologi membantu kami menjaga konsistensi layanan, meningkatkan transparansi, dan memastikan kualitas di seluruh proses,” kata Nancy.Baca juga: Emiten Milik Prajogo Pangestu PTRO Resmi Akuisisi Saham 60 Persen Perusahaan Asal Singapura Serangkaian pengembangan sistem ini kemudian memperoleh pengakuan melalui penghargaan Inovasi Teknologi & Digital dalam ajang BeritaSatu Malam Apresiasi 2025. Penilaian atas inovasi MDLA dilakukan sepanjang 2024 oleh dewan juri independen dari tim litbang dan redaksi B-Universe.MDLA merupakan perusahaan distribusi dan ekosistem kesehatan yang telah berkecimpung selama lebih dari 45 tahun.Portofolio entitas anak mencakup PT Anugrah Argon Medica (AAM) sebagai distributor farmasi, PT Deca Metric Medica (DMM) yang mengembangkan manufaktur alat kesehatan, serta PT Djembatan Dua (DD) yang memasarkan alat kesehatan dari berbagai prinsipal.Perusahaan juga memiliki Stardec sebagai own brand dan ekspansi ke Kamboja melalui Dynamic Argon Co., Ltd.Di ranah digital, MDLA menjalankan GoApotik sebagai pintu akses langsung bagi masyarakat untuk memperoleh produk kesehatan, serta GPOS ecosystem sebagai solusi digital untuk apotek dan mitra bisnis.Dengan pengalaman panjang dan sistem digital terintegrasi, perusahaan menegaskan fokus pada efisiensi distribusi serta peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.


(prf/ega)