Psikolog Sebut Waktu Liburan Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

2026-02-02 22:14:50
Psikolog Sebut Waktu Liburan Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak
SURABAYA, - Menjelang natal dan tahun baru (nataru), libur panjang menjadi momen yang dinanti oleh anak-anak. Setelah menjalani satu semester penuh dengan rutinitas sekolah, masa liburan kerap dimanfaatkan sebagai waktu jeda dari aktivitas akademik.Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Nur Ainy Fardana Nawangsari MSi Psikolog menilai, bahwa masa liburan memberikan berbagai manfaat bagi anak dalam mendukung proses tumbuh kembang mereka.Baca juga: Libur Telah Tiba, Ini 4 Aktivitas Seru untuk Mengisi Liburan Sekolah Bersama AnakMenurut Neny, sapaan akrabnya, liburan merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik dan mental anak. Pasalnya, anak-anak telah menghabiskan banyak waktu dengan rutinitas kegiatan yang menguras kemampuan kognitif, fisik, dan emosional mereka. Karena itu, masa libur menjadi momen yang tepat untuk mengembalikan energi anak, sekaligus memberi ruang untuk mengeksplorasi pengalaman baru di luar rutinitas akademik. “Yang sebenarnya dipulihkan ketika anak memasuki masa liburan itu adalah pengalamannya dan kondisi mentalnya. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru, lalu dari pengalaman itu mereka merasa lebih nyaman dan memiliki cara pandang yang berbeda tentang potensi dirinya dan tentang apa yang ada di sekitarnya,” jelasnya, Selasa .Ia menilai bahwa pengalaman baru tersebut tidak selalu harus diperoleh melalui kegiatan liburan yang membutuhkan biaya besar. Menurutnya, orangtua dapat merancang berbagai aktivitas sederhana di rumah yang memberi ruang bagi anak untuk keluar dari rutinitas akademik. Pada momen inilah, liburan juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu kebersamaan antara anak dan keluarga. “Misalnya di rumah, anak-anak bisa diajak membuat proyek tertentu atau kalau orangtuanya punya aktivitas usaha, anak-anak bisa terlibat di sana.” “Ajak anak-anak melakukan aktivitas yang selama ini tidak bisa mereka lakukan karena jadwal sekolah yang padat. Itu bisa jadi pengalaman baru untuk mereka,” jelasnya.Baca juga: 15 Ide Kegiatan Seru Bersama Anak di Rumah Saat Libur PanjangKendati demikian, Neny menegaskan bahwa aktivitas selama masa liburan sebaiknya tidak dibingkai dalam target atau tuntutan tertentu. Sebab, tekanan semacam itu justru dapat mengurangi manfaat liburan bagi anak.Ia menilai, masa libur perlu diposisikan sebagai ruang bermain dan berekspresi agar anak memiliki kesempatan untuk mengenali dirinya serta mengeksplorasi potensi di luar rutinitas sekolah yang ketat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 20:23