Ada Usulan Mapel Bahasa dan Sastra Indonesia, Kemungkinan Diatur RUU Sisdiknas

2026-01-15 23:43:59
Ada Usulan Mapel Bahasa dan Sastra Indonesia, Kemungkinan Diatur RUU Sisdiknas
JAKARTA, - Menteri Pendididkan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengusulkan adanya mata pelajaran (mapel) Bahasa dan Sastra Indonesia.Pelajaran tersebut akan menggantikan Bahasa Indonesia, agar para siswa sekolah juga mendapatkan pelajaran sastra, tak hanya bahasa."Kalau sekarang kan hanya menjadi Bahasa Indonesia. Untuk memastikan bahwa sastra diajarkan, mungkin bisa diusulkan namanya nanti pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia," kata Mu'ti di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu ."Untuk memastikan bahwa sastra termasuk di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia," sambungnya.Baca juga: Mendikdasmen Ungkap Pelanggaran TKA, Paling Banyak Bocorkan Soal lewat WhatsAppMata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, kata Mu'ti, kemungkinan bisa diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).Namun ia menjelaskan, usulan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia itu belum dibahas mendalam di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)."Mungkin, mungkin ya, saya juga belum membahas secara detail di internal. Tapi tadi saya sempat bicara singkat dengan Pak Wakil Menteri, yang kami tugas untuk menyiapkan rancangan perubahan Undang-Undang Sisdiknas, mungkin nanti namanya diubah," ujar Mu'ti.Baca juga: Mendikdasmen: Penerapan Bahasa Portugis Tergantung Kesiapan GuruLanjutnya, bahasa asing di luar Bahasa Inggris juga tengah dikaji Kemendikdasmen untuk diajarkan kepada para siswa di sekolah.Saat ini, sudah terdapat sejumlah bahasa asing yang diajarkan di sekolah, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Perancis, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, dan Bahasa Portugis."Kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing ya, tidak hanya Bahasa Portugis. Karena bahasa asing itu kan banyak ya. Sekarang ini kan bahasa asing itu yang sudah wajib adalah Bahasa Inggris, dan mulai tahun 2027 itu kita mulai mengajarkan Bahasa Inggris kelas 3 SD. Tahun 2026 guru Bahasa Inggrisnya kita latih," kata Mu'ti.Baca juga: Mendikdasmen Susun Aturan Sekolah Aman Usai Ramai Kasus BullyingPada 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pernah menyampaikan, nomenklatur mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tidak perlu diganti menjadi kesusastraan.Pergantian nomenklatur itu sebelumnya diusulkan sastrawan Ahmad Tohari saat para budayawan, sastrawan dan lainnya bertemu Presiden Joko Widodo, Selasa ."Saya rasa tidak harus begitu," ujar Muhadjir saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu .Baca juga: Mendikdasmen: Guru Jadi Teladan Model Hidup Rukun di MasyarakatMuhadjir menangkap dengan jelas maksud usulan sastrawan Ahmad Tohari itu. Dia berpendapat, yang penting adalah konten mata pelajaran Bahasa Indonesianya, bukan nomenklaturnya.Dia setuju jika di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, konten mengenai kesusastraan diperkuat agar peserta didik tidak hanya pandai berbahasa Indonesia, melainkan juga memiliki karakter bahasa yang erat dengan kebudayaan."Yang penting kontennya, kandungannya. Kemasannya boleh apa saja, yang penting kan isinya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia itu otomatis di dalamnya ada kesusastraan, termasuk tata bahasa, kemudian kosa kata, itu kan menyatu," ujar Muhadjir.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 23:41