Presiden Korea Selatan Usul Maaf ke Korea Utara, Apa Tujuannya?

2026-01-14 12:21:54
Presiden Korea Selatan Usul Maaf ke Korea Utara, Apa Tujuannya?
SEOUL, – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mempertimbangkan untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Korea Utara.Wacana ini muncul seiring dugaan bahwa pemerintahan sebelumnya sengaja memicu ketegangan militer dengan Pyongyang.Presiden Lee, yang terpilih dalam pemilu darurat setelah pendahulunya, Yoon Suk Yeol, dicopot usai mendeklarasikan darurat militer secara sepihak, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki hubungan antar-Korea yang tegang sejak lama.Baca juga: Perahu Nelayan di Korsel Kini Kerap Terbalik, Laut Jadi Berbahaya Imbas Perubahan Iklim?Pada November lalu, jaksa khusus mendakwa Yoon bersama dua pejabat pertahanan atas tuduhan memerintahkan penerbangan drone ke wilayah udara Korea Utara. Tindakan itu diduga bertujuan memprovokasi konflik militer.Media Korsel juga melaporkan bahwa pemerintahan Yoon menerbangkan balon propaganda berisi selebaran ke Korea Utara. Meski tuduhan tersebut belum terbukti di pengadilan, Presiden Lee mengaku menaruh perhatian serius.“Saya rasa kita memang perlu menyampaikan permintaan maaf. Namun, saya belum bisa mengatakannya secara terbuka karena khawatir akan dicap sebagai pro-Korea Utara atau memicu konflik ideologis di dalam negeri,” kata Lee dalam pernyataannya.Pernyataan Presiden Lee menuai kritik dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP), oposisi utama di parlemen. Mereka menilai komentar tersebut bisa memecah belah masyarakat dan merusak citra militer.Sementara itu, Korea Utara menuding pemerintahan Yoon bertanggung jawab atas tiga insiden penyebaran selebaran propaganda lewat drone di Pyongyang pada Oktober 2024. Namun, militer Korsel enggan mengonfirmasi klaim tersebut.Sejak menjabat pada Juni 2025, Lee mengambil sejumlah langkah untuk meredakan ketegangan dengan Korea Utara.Baca juga: 7 Negara yang Minim Bencana Alam, Ada Tetangga RIIa mematikan pengeras suara perbatasan yang biasa digunakan untuk menyiarkan musik K-pop dan berita internasional, serta melarang aktivis menerbangkan balon propaganda.Meski begitu, upaya damai Lee belum mendapat respons dari Pyongyang. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan tidak tertarik membuka dialog dengan Seoul.Ed Jones / Agence France-Presse-Getty Images Tentara Korea Selatan dan Korea Utara berdiri di sisi masing-masing di Desa Panmunjom.Dalam upaya membangun kepercayaan, Lee membuka kemungkinan menangguhkan latihan militer rutin Korea Selatan dan Amerika Serikat. Latihan tersebut selama ini dianggap Korea Utara sebagai bentuk simulasi invasi.“Kita harus menunjukkan niat baik jika ingin membuka kembali jalur dialog,” ujarnya, sebagaimana diberitakan The Independent pada Kamis .Namun, Presiden Lee memicu kontroversi saat ditanya soal upaya pemulangan warga Korea Selatan yang ditahan di Korea Utara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 10:51