Kasus Bullying di SMPN 1 Blora, Bupati yang Juga Alumni Langsung Turun Tangan

2026-01-11 22:18:30
Kasus Bullying di SMPN 1 Blora, Bupati yang Juga Alumni Langsung Turun Tangan
BLORA, - Aksi bullying di SMPN 1 Blora masih menjadi perhatian. Bupati Blora Arief Rohman, yang juga alumni sekolah tersebut turun langsung memberikan pembinaan.Arief Rohman, mengaku mendapatkan informasi adanya bullying saat sedang berada di Makkah, ketika ia menjalankan umrah.Usai tiba di Blora, dirinya langsung memberikan pembinaan bagi siswa di SMPN 1 Blora pada Rabu ."Pagi hari ini kami mengadakan apel pembinaan untuk bagaimana saya baru pulang dari umrah tadi malam langsung pagi ini ke sini. Ini sebagai bentuk perhatian kita, sebagai bentuk keprihatinan kita," ucap dia kepada wartawan usai upacara.Arief, yang juga alumni sekolah tersebut, merasa sedih dengan peristiwa perundungan yang terjadi di almamaternya itu.Baca juga: Kasus Bullying Siswa SMP di Blora, Pelaku dan Provokator Diminta Pindah Sekolah"Jadi kita tentunya sedih ya atas kejadian kemarin dan ini saya harap tidak akan terulang lagi di Kabupaten Blora," kata dia.Untuk mengantisipasi aksi perundungan, Arief menjelaskan, dinas pendidikan sudah mengambil langkah-langkah dengan mengumpulkan para kepala sekolah untuk mengingatkan anak didiknya."Jadi bahwa perundungan ini sesuatu hal yang tidak baik," ujarnya.Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk mendampingi korban dan pelaku yang masih sama-sama berada di bawah umur.Sementara terkait dengan aksi tindakan perundungan, pihaknya mempersilakan aparat kepolisian untuk bertindak sebagaimana mestinya.Baca juga: Usai Viral Siswa Dibully, SMPN di Blora Pertimbangkan Pembelajaran Tanpa Ponsel"Nanti kita tunggu hasilnya, rekomendasinya nanti seperti apa," terang dia.Diberikatan sebelumnya, video berdurasi 25 detik beredar menunjukkan aksi bullying di sekolah tersebut.Para siswa yang mengenakan seragam pramuka mengerubungi seorang siswa yang mengenakan kaus olahraga.Setelah itu, salah satu siswa yang berseragam pramuka beberapa kali memukul dan menendang siswa yang mengenakan kaus olahraga.Sedangkan siswa lainnya tidak bergegas untuk melerai ataupun mencegah peristiwa tersebut.Aksi perundungan tersebut terjadi di kamar mandi sekolah saat jam istirahat pada Jumat, 7 November 2025 lalu.Setelah itu, pihak sekolah juga sudah mempertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi.Baca juga: Kondisi Siswa SMP Usai Alami Bullying di Blora: Trauma, Ada Benjolan di Belakang TelingaSelanjutnya, pihak kepolisian bertindak dengan memanggil 33 siswa yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.Sampai saat ini, kasus perundungan tmasih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.


(prf/ega)