Luke Xavier Keet Latihan bareng Timnas U22 Indonesia, Bangga Garuda di Dada

2026-02-04 10:59:19
Luke Xavier Keet Latihan bareng Timnas U22 Indonesia, Bangga Garuda di Dada
- Pemain diaspora, Luke Xavier Keet, mengungkapkan kebahagiaannya saat mengenakan jersey latihan tim nasional Indonesia untuk pertama kalinya.Hal ini terjadi saat ia mengikuti trial dengan Timnas U22 yang bersiap untuk SEA Games 2025 di Thailand bulan depan."Aku sangat bangga. Aku lahir di Jakarta, dan sudah lama tidak pulang," tutur Luke Xavier Keet dilansir dari Antara."Jadi aku merasa sangat bangga memakai logo ini. Sangat bangga," ungkap Luke ketika ditemui media usai latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Selasa .Baca juga: Alasan Indra Sjafri Seleksi 3 Pemain Baru untuk Timnas U22 IndonesiaLuke Xavier Keet saat ini bermain untuk GS Ilioupolis, sebuah klub di liga kasta kedua Yunani.Di musim ini, ia baru tampil dalam satu pertandingan, yakni saat klubnya kalah 0-1 dari AEK Atens di Piala Sepak Bola Yunani, di mana ia bermain selama 45 menit.Ia juga berbagi tentang latar belakangnya yang memiliki darah Indonesia. Garis keturunan itu berasal dari ibunya yang merupakan orang Indonesia asli."Ya, aku lahir di sini dan sempat bersekolah di sini juga. Ibuku orang Indonesia. Tapi aku pergi saat umur sembilan tahun dan belum pernah kembali sejak itu.""Jadi rasanya sangat menyenangkan bisa kembali. Aku akan segera memperbaiki Bahasa Indonesiaku, semoga cepat bisa," jelasnya.Baca juga: Data Jadi Acuan Indra Sjafri untuk Tentukan Skuad Timnas U22 IndonesiaLuke tidak sendiri dalam trial bersama Timnas U22 Indonesia ini. Ada dua pemain lain yang juga berstatus trial, yakni ReyCredo Beremanda dan Muhammad Mishbah, yang bermain di klub Filipina, Aguilas-UMak.Ketiga pemain ini tidak termasuk dalam 30 pemain yang dipanggil oleh pelatih Indra Sjafri dan berharap dapat memikat hati sang pelatih.MUHAMMAD ADIMAJA Pesepak bola Timnas U22 Indonesia melakukan pemanasan saat sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Selasa . Dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia tersebut telah bergabung satu pemain Liga Dua Yunani GS Ilioupolis Luke Xavier Keet serta dua pemain Liga Utama Filipina Aguilas-Umak Reycredo Beremanda dan Muhammad Mishbah. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nzLuke menyatakan bahwa sambutan dari masyarakat Indonesia, terutama di media sosial, sangat menghangatkan hati."Aku sempat datang menonton kualifikasi Piala Dunia, dan itu sangat menginspirasi. Aku merasa punya hubungan pribadi yang kuat dengan Indonesia. Aku lahir di sini karena suatu alasan, dan aku percaya itu," tuturnya.Pelatih Indra Sjafri mengatakan bahwa 33 pemain akan bertanding dalam internal game pada hari Rabu untuk menilai kualitas mereka secara langsung.Pertandingan intern ini juga bertujuan untuk menentukan siapa saja yang akan ikut dalam dua laga uji coba melawan Mali U-22 pada 15 dan 18 November di Stadion Pakansari, Bogor.Mengenai harapannya dalam trial ini, Luke berkomitmen untuk memberikan yang terbaik selama sesi latihan dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan."Jujur saja, aku sangat menghargai kesempatan ini. Bisa berada di lingkungan ini saja sudah merupakan sebuah kehormatan. Aku akan melakukan yang terbaik, dan biarkan Tuhan yang menentukan sisanya," tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-04 09:28