Rektor UI Diangkat Jadi Penasihat Riset di Kampus Tiongkok

2026-01-11 23:05:53
Rektor UI Diangkat Jadi Penasihat Riset di Kampus Tiongkok
- Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah resmi diangkat sebagai penasihat atau advisor pada Center for Southeast Asian Studies, South China Normal University (SCNU), Tiongkok.Hal ini tertuang dalam Letter of Appointment yang dikeluarkan oleh SCNU, sebuah pusat riset kawasan yang diakui dan diberi mandat oleh Ministry of Education of the People’s Republic of China sebagai Country and Region Studies Base."Merupakan kehormatan bagi saya karena dipercaya sebagai advisor pada Center for Southeast Asian Studies, South China Normal University. Penunjukan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi UI dan SCNU dalam pengembangan riset kawasan yang strategis," kata Heri dikutip dari keterangan tertulis, Jumat .SCNU menetapkan Heri sebagai penasihat untuk periode November 2025 hingga November 2030.Baca juga: Sebulan Kuliah Hukum di UI, Atha Pilih Beasiswa Kedokteran di TurkiPeran ini menempatkan Rektor UI sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset Asia Tenggara, penguatan kerja sama akademik,Serta peningkatan jejaring internasional antara UI dan institusi pendidikan tinggi di Tiongkok."Saya berharap kemitraan ini dapat memperkuat kontribusi akademik kedua institusi bagi masyarakat Asia Tenggara dan dunia," lanjut dia.Heri menilai, penunjukan ini mencerminkan pengakuan internasional terhadap kiprah dan kepakarannya di bidang inovasi, penelitian, serta kepemimpinan perguruan tinggi.Kehadirannya sebagai advisor juga mempertegas posisi UI sebagai mitra strategis dalam kerja sama akademik global.Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi UI dalam lanskap riset kawasan, khususnya terkait isu-isu strategis Asia Tenggara yang semakin relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan regional.Baca juga: 7 Jurusan Sepi Peminat UI, Referensi Daftar UTBK SNBT 2026 PEXELS/Edward Jenner Ilustrasi risetKolaborasi UI dan SCNU juga diharapkan semakin memperkuat riset kolaboratif lintas negara.Selain itu juga meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu strategis kawasan, serta membuka peluang mobilitas akademik yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa.Sehingga diharapkan mampu memperkaya perspektif keilmuan, memperluas jejaring penelitian, dan mendorong terciptanya inovasi berbasis kerja sama internasional yang bermanfaat bagi perkembangan studi Asia Tenggara di kedua institusi.Dia menambahkan, selama ini, UI dan SCNU menjalin berbagai inisiatif akademik. Mulai dari riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program studi kawasan.Baca juga: 20 Jurusan Termurah UI di Bawah Rp 10 Juta, Per Bulan Nabung Berapa? "Melalui penunjukan ini, sinergi kedua institusi diproyeksikan semakin kuat dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu, pembangunan kapasitas, serta diplomasi pendidikan tinggi di tingkat regional," pungkas Heri Hermansyah.


(prf/ega)