Sopir Pikap di Pamekasan Borong 30 Jeriken Solar di SPBU Bermodal 2 Surat Kuasa

2026-02-02 17:50:54
Sopir Pikap di Pamekasan Borong 30 Jeriken Solar di SPBU Bermodal 2 Surat Kuasa
PAMEKASAN, - Seorang pengemudi mobil pikap terpantau membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 30 jeriken di SPBU Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Senin pukul 13.30 WIB.Pantauan Kompas.com, pikap berwarna hijau itu diparkir jauh dari dispenser SPBU. Jeriken satu per satu diisi bergantian di SPBU tersebut.Setelah jeriken terisi, solar diangkut menggunakan troli ke mobil pikap. Selanjutnya, pengisian dilakukan ke jeriken lainnya.Baca juga: Pikap Tabrak Motor di Pamekasan, Satu Orang Tewas, Pengemudi Diduga Hilang KonsentrasiTotal keseluruhan jeriken berjumlah 30 dengan ukuran tidak sama. Rata-rata berisi 30 liter solar. Ada sebagian jeriken berkapasitas lebih dari 30 liter.Sunarto, sopir pikap asal Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, mengaku sudah memiliki surat kuasa dari para nelayan untuk membeli solar."Nelayan memberikan kuasa ke saya untuk membeli solar," katanya.Baca juga: Nelayan di Bangkalan Kesulitan Dapat Solar, Terpaksa Beli Harga Tinggi di Pengecer Pada surat kuasa itu, pekerjaannya sebagai sopir. Namun, dia juga tercatat sebagai anggota kelompok nelayan.Selain itu, Sunarto juga membeli solar dengan surat kuasa lain yang bukan atas dirinya, tapi atas nama Maryana."Saya hanya membawakan surat kuasanya saja. Orangnya tadi ke sini," katanya.Sunarto menjelaskan, dia mendapatkan bayaran sebagai sopir dari nelayan."Ini hanya titipan dari beberapa nelayan. Dan dikuasakan ke saya pembeliannya," katanya.Menurutnya, beberapa nelayan sudah mengantongi surat rekomendasi pembelian solar dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKPP) Pamekasan."Kalau untuk satu nelayan 30 jeriken tidak mungkin habis," ucapnya.Pengawas SPBU Larangan Tokol, Sutrisno mengatakan, pembelian dengan jumlah banyak tersebut terdiri dari beberapa nelayan yang dikuasakan ke satu orang."Dia itu membeli solar dengan bukti surat kuasa," katanya.Ditanya soal prosedur pembelian solar dari nelayan, Sutrisno mengakui bahwa pembelian solar untuk nelayan tidak boleh dikuasakan, tapi nelayan harus datang sendiri."Saya coba beberapa hari banyak protes dari nelayan. Akhirnya kami berembuk dengan DKPP dan akhirnya diputuskan bisa dikuasakan," terangnya.Dia menyampaikan, setiap nelayan dibatasi 60 liter solar setiap hari. Sebab, satu rekomendasi pembelian solar berkuota 1.800 liter setiap bulan."Sehingga kami berikan 60 liter sehari. Tapi tidak full. Saya batasi per jeriken seharga Rp 400.000. Artinya tidak full 60 liter," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 17:36