KemenPU Kebut Pemulihan Konektivitas Jalan & Jembatan Pascabencana Aceh

2026-02-02 14:58:53
KemenPU Kebut Pemulihan Konektivitas Jalan & Jembatan Pascabencana Aceh
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mempercepat penanganan darurat infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Upaya difokuskan pada pemulihan konektivitas jalan dan jembatan nasional yang masih terputus serta dukungan sarana darurat bagi masyarakat.Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa seluruh personel teknis di Aceh tetap siaga memulihkan akses warga dan jalur distribusi logistik."Kami memastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim di lapangan bergerak maksimal, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsoran," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (8/12/2025).Di Aceh tercatat 477 titik terdampak bencana, didominasi banjir tanggul kritis sebanyak 143 titik, longsor 46 titik, dan banjir tanggul jebol 36 titik. Dia menjelaskan penanganan darurat yang dilakukan Balai dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian PU saat ini telah mencapai 48,34%."Kerusakan juga menyasar 30 ruas jalan nasional dan 15 jembatan nasional. Sejumlah akses telah kembali dapat dilalui seperti jalur Banda Aceh-Meureudu, Lhokseumawe-Langsa, serta Kuala Simpang-Perbatasan Sumatera Utara. Namun beberapa jalur masih terputus dan ditargetkan pulih secara bertahap hingga pertengahan Desember 2025," ungkapnya.Dia mengatakan untuk mengatasi ruas yang putus, pihaknya terus berupaya mempercepat pemasangan jembatan bailey pada sejumlah lokasi seperti Teupin Mane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, hingga Timang Gajah."Material sebagian telah tersedia di lokasi dan sisanya sedang dalam proses mobilisasi menuju Aceh," ungkapnya.Dia menjelaskan salah satu lokasi yang tengah dipercepat adalah Jembatan Teupin Mane dengan progres penimbunan oprit batu bolder, pembuatan cofferdam pengalihan aliran sungai, serta perakitan bailey yang dikerjakan sejumlah alat berat seperti excavator, dozer, dan dump truck.Selain sektor jalan dan jembatan, kerusakan infrastruktur air minum dan permukiman juga teridentifikasi cukup luas. Sebanyak 20 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 10 kabupaten/kota terdampak, termasuk satu Instalasi Pengolahan Air di Kota Langsa."Infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat seperti Sanimas, TPS3R, serta fasilitas PISEW juga mengalami kerusakan," jelasnya.Dia mengatakan untuk mendukung percepatan penanganan, alat berat dan logistik darurat terus dikerahkan. Adapun alat berat itu termasuk 41 excavator, 25 dump truck, serta penyediaan tenda, perlengkapan sanitasi, dan bantuan dasar bagi warga terdampak yang masih mengungsi.Dody memastikan penanganan dilakukan secara bertahap hingga seluruh fungsi pelayanan publik kembali berjalan. "Kami tidak hanya memulihkan konektivitas, tetapi juga layanan dasar seperti air bersih dan fasilitas permukiman. Masyarakat Aceh harus segera kembali pada aktivitas yang aman dan produktif," tuturnya."Kementerian PU akan terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah dan BNPB hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar pemulihan berjalan tuntas serta lebih tangguh terhadap bencana di masa mendatang," tutupnya.Simak juga Video: Prabowo Cek Pembangunan Jembatan Bailey Penghubung Medan-Aceh[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 14:03