INDRAMAYU, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis , untuk memastikan proses relokasi warga yang rumahnya berdiri di bantaran sungai berjalan lancar.Di hadapan warga dan Bupati Indramayu, Dedi Mulyadi sempat bercerita tentang pengalaman masa kecilnya soal keinginan piknik ke Pantai Eretan yang tak pernah kunjung terlaksana.Ia pun baru bisa datang setelah menjadi Gubernur.Namun, kali ini, Dedi tidak datang untuk wisata, tetapi untuk membawa kebijakan relokasi sekaligus bantuan pemerintah provinsi bagi warga yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan banjir rob.Baca juga: Relokasi 207 Warga Eretan Indramayu, Dedi Mulyadi Siapkan Rp 10 Juta Per Orang"Saya itu waktu kecil yang enggak kesampaian cuma satu, ini jujur saja Pak Bupati. Waktu kecil itu saya dijanjiin kakak saya waktu saya usia SD kelas 3, dijanjiin mau piknik naik mobil truk ke Eretan. Sudah masak buat bekal, nunggu mobil dari subuh, tetapi sampai jam 10 mobilnya enggak ada. Sekarang bisa datang ke sini (Eretan) dengan bawa duit bantuan pemerintah provinsi agar warga dapat Rp 10 juta," kata Dedi di Kantor Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Kamis .Diketahui ada sebanyak 207 warga Desa Eretan Wetan yang menerima Rp 10 juta per orang sebagai bantuan relokasi sementara.Uang tersebut diminta digunakan untuk menyewa rumah kontrakan sambil menunggu rampungnya pembangunan kampung nelayan pengganti rumah-rumah yang digusur di bantaran sungai.Rencananya, pembangunan sendiri akan dimulai pada Maret 2026."Awas loh kalau duitnya dipakai buat bayar utang bank emok, awas loh, urusannya panjang," kata Dedi.Baca juga: Relokasi Warga Eretan Langganan Banjir Rob, Dedi Mulyadi-Lucky Hakim Sepakati Apartemen NelayanIa juga meminta warga segera pindah setelah bantuan diterima. Jika tidak, pemerintah akan datang membawa alat berat."Kalau enggak pindah, saya akan datang bawa beko," ujar Dedi.Menurut Dedi, relokasi ini merupakan langkah paling adil yang bisa diambil pemerintah dalam menyelesaikan persoalan banjir rob yang sudah menahun di Eretan."Adil enggak, Bu, ini pemerintah? Rakyatnya selalu kebanjiran, bangun rumah pakai tanahnya tanah sungai, habis itu dipindahin, diberi uang, dikasih tanah dari Bupati yang bebas banjir. Benar enggak pemerintah ini?" kata Dedi yang disambut sahutan "benar" dari warga.Pantauan Kompas.com, di tengah diskusi itu, Dedi tampak melihat ada seorang warga tunanetra yang rumahnya turut terdampak penggusuran.Kepada Dedi Mulyadi, warga lansia itu mengaku bahwa rumah yang ia tinggali merupakan warisan dari orangtuanya.Dedi pun meminta izin agar rumah warisan itu diratakan demi kepentingan pembangunan tanggul sungai."Sekarang enggak marah warisannya saya bongkar untuk bangun tanggul sungai?" tanya Dedi."Enggak apa-apa, Pak. Ini demi kepentingan bersama," jawab warga tersebut, yang langsung disambut tepuk tangan oleh Dedi Mulyadi.
(prf/ega)
Dedi Mulyadi Relokasi Warga Eretan: Diberi Uang, Dikasih Tanah, Adil Enggak Bu Pemerintah?
2026-01-12 04:47:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 03:24
| 2026-01-12 02:54
| 2026-01-12 02:40
| 2026-01-12 02:33










































