Wall Street Naik di Awal Pekan Pendek, Saham Teknologi Jadi Penggerak

2026-01-11 14:57:43
Wall Street Naik di Awal Pekan Pendek, Saham Teknologi Jadi Penggerak
NEW YORK, - Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada awal pekan perdagangan, Senin waktu setempat. Kenaikan Wall Street didorong oleh penguatan saham teknologi, dengan hampir seluruh sektor di S&P 500 ikut menguat. Mengutip Reuters, Selasa , pada akhir perdagangan Dow Jones Industrial Average naik 227,79 poin atau 0,47 persen ke level 48.362,68. S&P 500 menguat 43,99 poin atau 0,64 persen ke posisi 6.878,49, sementara Nasdaq Composite bertambah 121,21 poin atau 0,52 persen ke level 23.428,83. Kenaikan saham teknologi mulai terlihat sejak akhir pekan lalu. Penguatan tersebut dipicu oleh proyeksi kinerja yang melampaui perkiraan dari Micron Technology, serta laporan inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi itu membuat indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average kini hanya berjarak kurang dari 1 persen dari rekor tertinggi penutupan yang tercatat pada 11 Desember. Baca juga: Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup Tahun Saham Nvidia menjadi penopang terbesar penguatan pasar. Reuters melaporkan, perusahaan tersebut telah menyampaikan kepada kliennya di China bahwa Nvidia menargetkan pengiriman chip kecerdasan buatan (AI) terkuat kedua ke negara tersebut sebelum libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari. Sementara itu, saham Micron melonjak 4 persen. Kenaikan ini diikuti oleh sebagian besar saham produsen chip lainnya, sehingga indeks semikonduktor PHLX menguat 1,1 persen. Menanggapi pergerakan pasar, mitra sekaligus kepala strategi pasar Slatestone Wealth, Ken Polcari, menilai kenaikan indeks belum tentu berlanjut signifikan. “Saya tidak yakin pasar akan naik jauh lebih tinggi; pergerakannya kemungkinan hanya akan naik-turun di kisaran yang sama,” kata Polcari. “Hari ini pasar memang menguat, tetapi saya tidak akan terkejut jika setelah ini kembali melemah, lalu naik lagi ke level yang kurang lebih sama seperti sekarang.” Baca juga: Direksi Nvidia Harvey Jones Jual Saham Senilai 44 Juta Dollar AS Secara historis, Desember dikenal sebagai periode yang cukup kuat bagi pasar saham. Berdasarkan catatan Stock Trader’s Almanac, sejak 1950 reli Santa Claus tercermin dari kenaikan rata-rata S&P 500 sebesar 1,3 persen dalam lima hari perdagangan terakhir di akhir tahun dan dua hari perdagangan pertama di Januari. Pada tahun ini, periode tersebut dimulai pada Rabu dan berlangsung hingga 5 Januari. Optimisme terhadap perkembangan teknologi AI, tanda-tanda ekonomi Amerika Serikat yang masih cukup tangguh, serta harapan pelonggaran kebijakan moneter dinilai lebih besar dibandingkan kekhawatiran terkait kebijakan tarif AS. Sentimen membuat tiga indeks utama Wall Street berada di jalur penguatan tahunan untuk tahun ketiga berturut-turut. Sepanjang tahun berjalan, S&P 500 telah naik sekitar 17 persen. Sebagian besar dari 11 sektor di S&P 500 ditutup menguat. Sektor material dan energi menjadi yang berkinerja paling baik seiring lonjakan harga komoditas. Sektor teknologi naik 0,4 persen, sementara sektor keuangan menguat 1,3 persen dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa. Baca juga: Perusahaan Penimbun Bitcoin Strategy (MSTR) Masih Masuk Nasdaq 100


(prf/ega)