29 Fenomena Astronomi Sepanjang Tahun 2026, Ada Hujan Meteor hingga Parade Planet

2026-02-02 14:42:52
29 Fenomena Astronomi Sepanjang Tahun 2026, Ada Hujan Meteor hingga Parade Planet
- Ada sejumlah fenomena astronomi yang bisa Anda saksikan di sepanjang tahun 2026 mendatang.Beberapa fenomena tersebut mulai dari bulan purnama, hujan meteor, hingga fenomena planet sejajar.Berikut ini adalah beberapa fenomena astronomi yang bisa Anda saksikan di tahun 2026:Baca juga: 7 Fenomena Astronomi yang Bisa Disaksikan pada Januari 20263 Januari: Fenomena bulan purnama Supermoon mengawali pekan pertama tahun 2026, yakni pada Sabtu malam, 3 Januari.3-4 Januari: Hujan meteor Quadrantids terjadi setiap tahun dari tanggal 1-5 Januari, dan tahun ini puncaknya terjadi pada malam tanggal 3 hingga pagi tanggal 4.10 Januari: Jupiter akan menjadi pusat perhatian saat mencapai oposisi, titik di mana Bumi berada tepat di antara Jupiter dan matahari.17 Februari: Bulan baru (new moon) memberi Anda kesempatan untuk menghindari polusi cahaya Bulan dan melihat beberapa galaksi dengan lebih jelas.19 Februari: Merkurius akan mencapai elongasi timur terbesar, titik terjauhnya dari Matahari, untuk pertama kalinya pada tahun 2026.Akhir Februari: Minggu terakhir bulan Februari menghadirkan enam planet dalam posisi sejajar (parade planet) di langit barat.Baca juga: Ada Fenomena Wolf Moon pada 3 Januari 2026, Apa Itu?3 Maret: Gerhana bulan total akan hadir dengan bulan nuansa oranye yang dikenal sebagai Blood Moon (bulan darah).20 Maret: Ekuinoks musim semi yang sering kali menghasilkan tampilan aurora yang indah, kemungkinan karena kemiringan Bumi.2 April: New Moon, Bulan akan berada di sisi berlawanan Bumi dari Matahari dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi.22 April: Hujan meteor Lyrid akan terlihat dari tanggal 16-25 April, dengan puncaknya pada tanggal 22 April.Baca juga: Fenomena Astronomi Oktober 2025: Ada Bulan Purnama dan Hujan Meteor1 Mei: Terjadi fenomena bulan purnama yang dikenal dengan julukan Flower Moon (Bulan Bunga) karena ini bertepatan dengan munculnya bunga-bunga musim semi.6-7 Mei: Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung setiap tahun dari 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya tahun ini terjadi pada malam tanggal 6 Mei dan pagi tanggal 7 Mei.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 13:36