Permintaan BNPT ke Pelajar, Lawan Perundungan dan Kelola Konflik lewat Dialog

2026-01-13 00:01:20
Permintaan BNPT ke Pelajar, Lawan Perundungan dan Kelola Konflik lewat Dialog
SOLO, - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak pelajar di Jawa Tengah untuk menjadi duta perdamaian.Ajakan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Pencegahan BNPT RI, Muhammad Suaib Tahir, dalam acara Pelatihan Duta Adipangastuti 2025 yang diikuti oleh 58 siswa dan guru dari 58 SMA yang terlibat dalam program Sekolah Adipangastuti.Acara ini diselenggarakan oleh Solo Bersimfoni di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa .Baca juga: BNPT Cari Keluarga 7 Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Kepunton Solo 2011 SilamDalam kesempatan tersebut, Muhammad Suaib Tahir menegaskan pentingnya peran remaja dalam pencegahan kekerasan dan intoleransi."Remaja harus menjadi duta perdamaian yang mampu menjaga harmoni baik di ruang fisik maupun digital," ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa perdamaian dapat tercipta dari tindakan sehari-hari yang sederhana namun konsisten."Menghindari ujaran kebencian, melawan perundungan, menghargai perbedaan, serta mengelola konflik dengan dialog," kata Muhammad.Baca juga: Kepala BNPT: Dialog Kebangsaan Kunci Tangkal Radikalisme dan IntoleransiWali Kota Solo, Respati Ardi, turut menyampaikan bahwa remaja memiliki peran strategis dalam menjaga ruang belajar dari kekerasan."Gerakan toleransi dapat berkembang menjadi budaya hidup di sekolah, bukan sekadar program tahunan," ungkapnya.Respati juga menyoroti pentingnya pemuka agama di Solo untuk melibatkan remaja dalam kegiatan di tempat ibadah.Menurutnya, kasus perusakan yang terjadi dalam aksi demonstrasi pada Agustus lalu melibatkan sebagian besar kalangan remaja atau anak muda, yang digerakkan melalui komunikasi di grup WhatsApp.Baca juga: BNPT Dialog di Blora, Wanti-wanti Perempuan dan Anak Rawan Terpapar Terorisme"Saya sampaikan kepada pemuka agama dan tokoh-tokoh agama untuk meramaikan tempat-tempat ibadah. Masjid, gereja, dan lain-lain harus dipadati oleh anak-anak remaja," tambahnya.Ketua Solo Bersimfoni, M Farid Sunarto, menekankan bahwa nilai-nilai seperti andhap asor, pangerten, dan tepa selira bukan hanya merupakan filosofi budaya Jawa, tetapi juga panduan perilaku yang relevan dalam menghadapi tantangan sosial modern.Ia mengajak remaja untuk menerapkan nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari. "Kami mendorong peserta mampu mengintegrasikan nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi digital, dan interaksi antar teman sebaya," pungkasnya.


(prf/ega)