Polda: Korban TPPO PMI Ilegal Asal Bengkulu Berjumlah Belasan

2026-02-05 02:47:50
Polda: Korban TPPO PMI Ilegal Asal Bengkulu Berjumlah Belasan
BENGKULU, - Penyidik Polda Bengkulu mengungkap adanya belasan warga Kabupaten Seluma yang menjadi korban penipuan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menjanjikan pekerjaan di Jepang.Hal ini disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu, Kombes Pol Andjas Adipermana, melalui Kasubdit Renakta, AKBP Julius Hadi, pada Kamis ."Kami mengidentifikasi ada belasan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dua orang sudah berada di Jepang tetapi tidak mendapatkan pekerjaan dan telantar, sementara lebih dari 10 orang lainnya sudah membayar tetapi tidak berangkat," ungkap AKBP Julius Hadi saat ditemui di ruang kerjanya.Baca juga: Bupati Bandung Pastikan Kiper Muda Rizki Nur Fadhilah Bukan Korban TPPO di KambojaLebih lanjut, ia menjelaskan, kasus TPPO ini melibatkan dua orang yang telah diberangkatkan ke Jepang dan saat ini laporannya ditangani Polda Bengkulu.Sementara itu, sekitar tujuh korban lainnya yang telah membayar namun tidak berangkat ditangani oleh Polres Seluma."Sudah ada 13 saksi yang diperiksa. Dua korban yang telantar di Jepang sudah kami mintai keterangan melalui zoom meeting, sesuai petunjuk jaksa yang memperbolehkan pemeriksaan secara daring," tambahnya.Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa para korban mengeluarkan uang antara Rp 60 juta hingga Rp 150 juta untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang."Kondisi korban sangat mengenaskan. Untuk mengumpulkan uang berangkat, banyak di antara mereka yang terpaksa menjual harta benda, bahkan rumah. Akibatnya, terjadi keributan dalam keluarga, namun mereka tetap tidak jadi berangkat. Ini adalah kejahatan berat," tegasnya.Baca juga: Dedi Mulyadi Sebut Kiper Muda Bandung Rizki Nur Fadhila Bukan Korban TPPO di KambojaPihak kepolisian terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengungkap kasus TPPO ini secara profesional."Mohon doanya agar kasus ini dapat kami ungkap," pintanya.Jaringan Kejahatan TerungkapPolisi menjelaskan bahwa jaringan TPPO PMI ilegal ini terdiri dari beberapa tingkatan.Pertama, perekrut yang bertugas mencari orang yang ingin menjadi PMI. Kedua, pengangkut yang membawa korban ke pusat LPK.Ketiga, penampung yang mengumpulkan korban di tempat penampungan. Terakhir, pengiriman yang bertugas mengirimkan korban ke Jepang.Sebelumnya, Adelia Meysa (23), seorang PMI asal Kabupaten Seluma, juga menjadi korban penipuan LPK di Garut, Provinsi Jawa Barat.Adelia telantar setelah diberangkatkan menggunakan visa wisata dan mengalami sakit hingga akhirnya meninggal dunia di Jepang.Menyusul kejadian tersebut, Gubernur Bengkulu membentuk tim investigasi TPPO yang terdiri dari berbagai unsur pemerintahan, termasuk kepolisian.Hasil investigasi kepolisian mengungkap bahwa masih terdapat beberapa warga Bengkulu lainnya yang telantar di Jepang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-02-05 02:13