Lahan 2 Hektare Warga Palopo Digusur Orang Tak Dikenal, Diratakan Pakai Alat Berat

2026-01-12 11:14:10
Lahan 2 Hektare Warga Palopo Digusur Orang Tak Dikenal, Diratakan Pakai Alat Berat
PALOPO, - Warga Marobo, Kelurahan Salu Battang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dibuat geram setelah lahan perkebunan milik mereka diduga diserobot oleh orang tak dikenal.Peristiwa ini terjadi pada Sabtu ketika sejumlah alat berat mulai menggusur lahan tanpa izin pemiliknya.Penggusuran dilakukan menggunakan dua unit ekskavator dan satu unit dozer.Tanaman kakao, pepohonan, hingga rumpun sagu di atas lahan lebih dari dua hektar habis diratakan.Menurut salah seorang warga, Ahmad, aksi sepihak tersebut langsung memicu kemarahan warga.Baca juga: Korsleting Listrik Sebabkan Kebakaran di Universitas Mega Buana Palopo“Mereka mendatangi lokasi, menyita alat berat, dan sempat terlibat ketegangan dengan operator. Situasi nyaris berujung pemukulan, namun berhasil dilerai warga lain yang berada di lokasi,” katanya.Setelah kejadian ini, warga kemudian memasang spanduk penolakan penyerobotan lahan.Mereka juga berusaha mencari sosok yang diduga memerintahkan penggusuran, namun orang tersebut dikabarkan telah melarikan diri sebelum warga tiba.“Yang menyuruh menggusur sempat kabur setelah dicari warga,” ucapnya.Pemilik lahan, Supardi, mengatakan perusakan terjadi di atas lahan bersertifikat peninggalan orang tuanya.“Ini lahan dari orang tua, bersertifikat. Bukan tanah datu. Bukan sekadar diserobot, tapi sudah dirusak. Semua cokelat, pisang, pepohonan, dan sagu didoser,” ujar Supardi.Baca juga: Calon Jemaah Haji Palopo Datangi DPRD, Khawatirkan Tak Berangkat karena Ancaman Kuota NolSupardi mengungkapkan pihak yang datang awalnya beralasan ingin membangun pondok sementara.Ia mengaku sudah menolak permintaan itu karena lahan tersebut memiliki bukti sertifikat.Bahkan, ia telah menunjukkannya. “Luas tanah yang bersertifikat ini 9.600 meter persegi. Ada juga tanah yang saya beli dari almarhum Andi Ullah, satu setengah hektar lebih,” tuturnya.Supardi menambahkan penggusuran sudah dimulai sejak Minggu , meski perkara itu telah dimediasi oleh polisi.


(prf/ega)