Malaysia Ingin Bangun Jembatan Menuju Indonesia, Melaka-RI Bisa Ditempuh 40 Menit

2026-01-12 05:42:50
Malaysia Ingin Bangun Jembatan Menuju Indonesia, Melaka-RI Bisa Ditempuh 40 Menit
MELAKA, – Pemerintah Negara Bagian Melaka tengah menyiapkan rencana pembangunan jembatan sepanjang 47,7 kilometer yang akan menghubungkan Malaysia dan Indonesia dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.Rancangan proyek tersebut dijadwalkan akan dipresentasikan kepada Dewan Perencanaan Fisik Nasional Malaysia (Majlis Perancangan Fizikal Negara/MPFN) dalam waktu dekat.Jembatan ini direncanakan membentang dari Pengkalan Balak di Masjid Tanah menuju wilayah Indonesia.Baca juga: Jembatan Tambang Ambruk di Kongo, 49 Orang TewasPemerintah Melaka menilai proyek berskala besar ini berpotensi membawa dampak ekonomi signifikan bagi negara bagian tersebut.Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, mengatakan, studi awal pembangunan jembatan tersebut akan dimulai pada Januari mendatang.Pengkajian itu mencakup usulan pembangunan jembatan dari Pengkalan Balak, Masjid Tanah, ke Indonesia dengan panjang total 47,7 kilometer.Menurut Ab Rauf, hasil studi tersebut akan “diperhalus” terlebih dahulu sebelum diajukan ke MPFN untuk ditinjau dan dievaluasi lebih lanjut.“Setelah itu, kami akan membawa proposal ini kepada otoritas Indonesia untuk membahas pelaksanaan proyek secara bersama,” ujarnya.Ab Rauf menyatakan keyakinannya bahwa proyek ini akan memberikan manfaat ekonomi yang besar jika benar-benar terwujud.“Kami yakin, jika direalisasikan, jembatan ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Melaka,” katanya.Untuk mendukung pengkajian tersebut, pemerintah negara bagian Melaka mengalokasikan dana sekitar 500.000 ringgit Malaysia (sekitar Rp 2 miliar) untuk jasa konsultan.Baca juga: Jembatan Baru di China Ambruk Kena Gunung Longsor, Belum Setahun BerdiriDana ini digunakan untuk menilai berbagai aspek proyek, mulai dari kelayakan teknis, ekonomi, hingga logistik.SHUTTERSTOCK/PALUGADA_16 Ilustrasi pelabuhan.Selain pembangunan jembatan, pemerintah Melaka juga merencanakan pengadaan lahan seluas 5.000 hektare di Masjid Tanah.Lahan tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan industri baru untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Internasional Kuala Linggi (Kuala Linggi International Port/KLIP) serta aktivitas ekonomi biru di Melaka.Ab Rauf menegaskan, jembatan penghubung Malaysia–Indonesia ini diharapkan menjadi simpul strategis baru kawasan.“Jembatan ini akan menjadi ‘gerbang dunia’ terakhir yang menghubungkan Malaysia dan Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara,” ujarnya.Baca juga: Panik Lihat Tentara, Penambang Liar Berdesakan hingga Jembatan Ambrol Tewaskan 32


(prf/ega)