Mengenal vNOTES, Teknik Operasi Ginekologi Tanpa Luka di Mayapada Hospital Kuningan

2026-01-16 23:32:51
Mengenal vNOTES, Teknik Operasi Ginekologi Tanpa Luka di Mayapada Hospital Kuningan
– Bagi banyak perempuan, harus menjalani operasi ginekologi, seperti sesar berulang atau tindakan terkait kanker, kerap menimbulkan kecemasan.Kekhawatiran akan luka besar, durasi operasi yang lama, nyeri pasca-tindakan, serta proses pemulihan panjang, sering kali membuat pasien ragu untuk mengambil keputusan medis.Namun, perkembangan teknologi kedokteran kini menghadirkan solusi operasi ginekologi yang lebih ramah bagi pasien, yakni Vaginal Natural Orifice Transluminal Endoscopic Surgery (vNOTES).vNOTES merupakan teknik operasi ginekologi invasif minimal tanpa luka yang dilakukan melalui lubang alami, yaitu vagina, sehingga tidak memerlukan sayatan di perut.Dengan bantuan kamera endoskopi beresolusi tinggi, dokter dapat menangani berbagai kasus, seperti mioma, kista ovarium, endometriosis, pengangkatan rahim, hingga kehamilan ektopik.Alhasil, trauma jaringan akibat operasi menjadi lebih minimal jika dibandingkan metode konvensional.Selain itu, metode vNOTES juga memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat, nyeri yang minimal, serta hasil kosmetik yang lebih baik karena tidak meninggalkan bekas luka besar di perut.Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menghadirkan teknologi vNOTES.Kehadiran teknologi tersebut memberikan harapan baru bagi pasien yang menginginkan prosedur operasi yang lebih aman, nyaman, dan modern, dengan layanan yang mengacu pada standar internasional.Dengan demikian, pasien di Indonesia kini dapat mengakses metode itu tanpa harus menjalani pengobatan ke luar negeri.Dokter Spesialis Kandungan dr Ichnandy Arief Rachman, SpOG, FMAS, CCD, di layanan Obstetrics & Gynecology Center Mayapada Hospital Kuningan pernah menangani satu pasien perempuan berusia 38 tahun dengan kista ovarium.Sebelum menjalani tindakan, pasien sempat merasa khawatir karena membayangkan operasi dengan luka besar dan masa pemulihan yang lama.Setelah melakukan konsultasi medis, pasien memutuskan menjalani prosedur vNOTES di Mayapada Hospital Kuningan.Operasi berjalan lancar tanpa sayatan di perut dengan nyeri yang lebih ringan serta proses pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan pasien.“Awalnya, saya takut operasi karena membayangkan luka besar di perut dan pemulihannya lama. Namun, dengan vNOTES, saya justru merasakan prosedur yang lebih nyaman, nyeri minimal, dan bisa kembali beraktivitas tanpa rasa cemas,” tuturnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin .Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh teknologi vNOTES yang dapat memberikan solusi yang lebih nyaman bagi pasien.Di Mayapada Hospital Kuningan, prosedur tersebut dilakukan oleh tim multidisiplin yang terlatih dengan dukungan teknologi terkini di layanan Obstetrics & Gynecology Center.Layanan yang tersedia mencakup perencanaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan ibu dan janin, perawatan hingga persalinan.Terdapat pula layanan penanganan berbagai masalah kandungan, mulai dari gangguan hormonal, fertilitas, menopause, infeksi, hingga tindakan minimal invasif untuk tumor dan kanker.Hospital Director Mayapada Hospital Kuningan dr Deasy Sugesty, MARS, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan ginekologi berstandar internasional.“Kami berkomitmen menghadirkan layanan ginekologi berstandar internasional melalui sinergi inovasi medis terkini, kolaborasi tim multidisiplin berpengalaman, serta manajemen perawatan komprehensif yang mencakup tahap konsultasi, tindakan, hingga pemulihan,” katanyaDengan dukungan dokter spesialis yang terlatih dan hadirnya teknologi vNOTES, kata Deasy, pihaknya memastikan setiap prosedur dilakukan dengan rasa sakit minim (painless), tanpa sayatan (scarless), dan pemulihan lebih cepat (faster recovery) sesuai standar global.Ia menambahkan, pendekatan perawatan yang berpusat pada pasien (patient-centered care) juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman perawatan optimal, dengan kualitas penyembuhan maksimal, serta peningkatan kualitas hidup pasien.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan tersebut, Anda dapat mengaksesnya melalui call center Mayapada Hospital 150770 atau aplikasi MyCare.Aplikasi tersebut menyediakan fitur Health Articles & Tips seputar kesehatan reproduksi perempuan, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau jumlah langkah harian, kalori, detak jantung, hingga body mass index (BMI).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-16 23:05