Berkaca dari Pelari Siksorogo, Kapan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Maraton agar Terhindar Serangan Jantung?

2026-01-12 05:08:18
Berkaca dari Pelari Siksorogo, Kapan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Maraton agar Terhindar Serangan Jantung?
- Dua pelari meninggal dunia saat menjalani ajang Siksorogo Lawu Ultra 2025 pada Minggu .Dewan Pembina Siksorogo, Tony Hatmoko mengatakan, peserta meninggal dunia karena serangan jantung."Iya kena serangan jantung," ucapnya, dikutip dari Kompas.com, Minggu. Kedua peserta itu bernama Pujo Buntoro (55) dan Sigit Joko Purnomo (45).Menurut saksi, Pujo berlari dalam kondisi bugar bersama dengan istrinya. Namun, di kilometer (km) 7, dia sempat kelelahan karena rute yang menanjak.Di km 8, napasnya mulai tidak teratur dan pingsan.Sebagai informasi, pelari maraton berpotensi terkena serangan jantung, terutama jika peserta memiliki riwayat penyakit penyakit arteri koroner.Lantas, kapan waktu yang tepat bagi pelari marathon untuk berhenti agar terhindar dari serangan jantung?Baca juga: Daftar 65 Obat Ilegal yang Ditemukan BPOM, Bisa Picu Stroke dan Serangan JantungDokter spesialis jantung dari Rumah Sakit UNS, dr. Habibie Arifianto, SpJP(K), MKes, FIHA mengatakan, serangan jantung saat berolahraga sangat berpotensi terjadi pada mereka yang berisiko.Oleh sebab itu, sebelum melakukan olahraga, termasuk kompetisi maraton, pasien diwajibkan untuk melakukan medical check-up.Tujuannya untuk memastikan kondisinya aman dan bugar.Namun, jika saat berolahraga, peserta merasakan gejala tertentu di area dada, sangat disarankan untuk menghentikan aktivitas tersebut."Saat dada sudah terasa tidak nyaman harusnya sudah stop," kata Habibie, saat dihubungi Kompas.com, Senin .Dia menjelaskan, rasa tidak nyaman pada masing-masing orang tidaklah sama. Akan tetapi, gejalanya hampir serupa."Bisa jadi (gejalanya) ampeg dan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk," ucapnya.Baca juga: Ilmuwan Temukan Bakteri Mulut yang Bisa Picu Serangan Jantung


(prf/ega)