Tahun 2026, Pasar Konstruksi "Rebound"

2026-01-12 07:35:47
Tahun 2026, Pasar Konstruksi
JAKARTA, - Tahun 2026 akan jadi momentum rebound pasar konstruksi di Indonesia.Optimisme ini ditegaskan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Agung Budi Waskito, saat paparan publik, di Jakarta, Rabu .Untuk itu, WIKA tengah merumuskan langkah strategis serta restrukturisasi keuangan komprehensif menghadapi tahun 2026."Keyakinan ini didasari oleh mulai terasanya peningkatan lelang proyek, baik pemerintah maupun non-pemerintah, pada akhir tahun 2025 yang diproyeksikan akan booming pada 2026," kata Agung menjawab Kompas.com.Baca juga: Pendapatan WIKA Beton Rp 2,5 Trilliun, Ditopang Mesin Pertumbuhan BaruUntuk memastikan kesiapan menghadapi rebound 2026 dan mengatasi tantangan likuiditas, WIKA berfokus pada dua pilar utama: restrukturisasi keuangan dan diversifikasi pasar.Pada matriks restrukturisasi keuangan, WIKA sedang merencanakan restrukturisasi keuangan yang lebih baik dan komprehensif Tahap II, setelah restru Tahap Pertama pada Februari 2024 dinilai tidak cukup karena pendapatan menurun.Hal ini dilatarbelakangi tingginya beban lama, utang yang terlalu agresif pada masa lalu, menyebabkan beban pokok dan beban bunga yang tinggi.Meskipun proyek-proyek saat ini menghasilkan laba (gross profit) yang baik sekitar Rp 738 miliar dari PSN, IKN, dan proyek lain, namun jumlah ini belum cukup untuk menutup kewajiban.Baca juga: WIKA Raup Kontrak Baru Rp 6,19 Triliun, Didominasi Industri Penunjang KonstruksiSaat ini total outstanding utang Rp 19 triliun, dan obligasi atau sukuk sekitar Rp 10 triliun.Untuk itu, WIKA melakukan Master Restructuring Agreement (MRA) lagi dengan perbankan dan mempertimbangkan restru obligasi/sukuk, serta mencari dukungan dari Danantara.WIKA juga akan lebih selektif dalam mengambil proyek untuk menghindari utang baru yang dapat menutupi proyek yang rugi.Kemudian, setelah menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 6 triliun pada 2024, WIKA sedang melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemegang saham mengenai opsi penguatan modal selanjutnya.WIKA menargetkan nilai kontrak baru tahun 2026 akan lebih besar dari 2025, yaitu di atas Rp 20 triliun.Strategi untuk mencapai target ini meliputi poyek-proyek PSN dan IKN yang didanai APBN, umumnya baik secara cash flow dan profit, namun ukurannya (size) kurang besar.Baca juga: Wika Tirta Jaya Jatiluhur Raup Pendanaan Hijau Rp 1,29 Triliun"WIKA perlu memastikan cash-in dari proyek-proyek ini berjalan lancar," imbuh Budi.


(prf/ega)