- Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi lonjakan tajam kasus influenza musim dingin 2025/2026 yang kini sering disebut “super flu”.Tren ini menyebabkan angka penyakit pernapasan melonjak dan memberi tekanan besar pada fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah, termasuk New York City. Dilansir dari Prevention, Selasa , pejabat kesehatan masyarakat dan pakar epidemiologi menyatakan jumlah kasus influenza tahun ini meningkat lebih cepat dari musim flu biasa.Varian yang mendominasi yaitu subclade K dari virus influenza A (H3N2), yang diduga lebih mudah menular dan kurang cocok dengan vaksin flu yang dikembangkan sebelumnya. Baca juga: Kasus DBD di Pesawaran Lampung Meningkat, Ini Gejala Dini Demam Berdarah yang Perlu DiketahuiData terbaru menunjukkan setidaknya 4,6 juta orang telah terinfeksi flu, dengan 49.000 pasien dirawat di rumah sakit dan sekitar 1.900 orang meninggal termasuk beberapa anak-anak, dicukil dari WDTV, Senin Di New York, angka kasus mingguan melonjak drastis.Dalam satu pekan terakhir saja tercatat lebih dari 71.000 kasus baru, naik 38 persen dari pekan sebelumnya. Jumlah pasien rawat inap juga meningkat signifikan. “Musim flu kali ini lebih parah dari biasanya, dan kita bahkan belum mencapai puncaknya,” kata Komisaris Kesehatan New York, mengingatkan masyarakat agar waspada. Baca juga: Guru Besar UGM Ungkap Gejala Keracunan Formalin dan Klorin dari MakananIstilah super flu mengacu pada sifat penularan yang cepat dari varian subclade K.Meski bukan virus baru, mutasinya membuat kekebalan masyarakat dari vaksin dan infeksi sebelumnya kurang efektif mencegah penularan. Menurut pakar, virus ini menyerupai influenza musiman namun dengan kemampuan penyebaran lebih tinggi.Kasusnya muncul lebih awal dan menyebar luas menjelang liburan musim dingin, di tengah meningkatnya pertemuan sosial dan mobilitas warga. Baca juga: Ciri dan Gejala Gigitan Ular Weling, Bisa Sebabkan Kelumpuhan hingga Kematian Gejala yang dilaporkan mirip flu biasa, seperti demam, lelah, nyeri otot, dan pilek. Namun sering kali gejala ini muncul lebih cepat dan intens.Berikut lebih jelasnya gejala dari super flu, dilansir dari International Business Times UK: Sebagian sumber juga menyebut bahwa super flu dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan gejala yang “lebih parah dari flu biasa”, yang membuat aktivitas harian sulit dilanjutkan tanpa istirahat intensif.
(prf/ega)
Gejala Super Flu, Varian Influenza yang Tengah Mewabah dan Picu Kematian di AS
2026-01-12 04:27:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:28
| 2026-01-12 04:13
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 02:32
| 2026-01-12 02:12










































