Sunatan Massal, Jalan Lega bagi Orangtua yang Bertahan di Tengah Hidup Pas-pasan

2026-01-12 04:16:55
Sunatan Massal, Jalan Lega bagi Orangtua yang Bertahan di Tengah Hidup Pas-pasan
KULON PROGO, – Di usia 58 tahun, Surohmat menjalani hari-hari dengan pekerjaan yang tak pernah benar-benar pasti di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Kadang ia menjadi tukang pijat, esoknya ikut menanam padi di sawah orang lain, atau menerima pekerjaan apa pun yang datang.Penghasilan tak menentu, sementara kebutuhan hidup tak pernah berhenti menunggu.Di rumah sederhananya, satu keinginan lama terus tertunda: mengkhitankan cucunya yang kini berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas VI sekolah dasar.Baca juga: Cerita Bocah di Palembang Kencing Bercabang 5 Usai Sunatan Massal, Kini Sembuh DioperasiKeinginan itu sudah lama ada, tetapi biaya kerap menjadi penghalang. Apalagi ayah dari cucunya hanya bekerja sebagai pengemudi ojek online dengan penghasilan yang juga tidak menentu.Ongkos sunat mandiri bisa mencapai jutaan rupiah. Surohmat dan anaknya memilih menabung dan menunggu, sambil berharap ada jalan lain. Di lingkungannya, banyak anak baru dikhitan menjelang masuk SMP.“Bukan tidak mau, anaknya juga belum berani,” kata Surohmat saat ditemui di kegiatan sunatan massal Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Yogyakarta di Kalurahan Sogan, Kapanewon Wates, Minggu .Baca juga: Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal Kabar tentang sunatan massal itu ia dapat dari tetangga. Ketika sang cucu mengaku siap, Surohmat datang bersama keluarga dan kerabat, berharap suasana ramai bisa mengurangi rasa takut.“Kalau ramai-ramai, hatinya jadi lebih tenang,” ujarnya.Tak jauh dari sana, Dedi, pedagang buah di Pasar Bendungan, mengantar anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun.Sehari-hari ia berjualan buah musiman seperti jeruk, mangga, atau rambutan, dengan penghasilan tak menentu.Kadang cukup, sering kali pas-pasan, bahkan hanya sekitar Rp 500.000 per bulan. Biaya sunat menjadi beban tersendiri baginya.“Kalau sunat biasa, bisa satu juta lebih,” ujarnya lirih. Ia mengaku harus menabung berbulan-bulan sambil berharap dagangan ramai.Baca juga: Ke Purworejo, Ganjar Bayar Utang ke Tokoh Masyarakat karena Tak Bisa Datang Saat Anaknya SunatanAnaknya yang kini duduk di kelas I SMP akhirnya merasa siap mengikuti sunatan massal tersebut. Meski rasa cemas masih ada, Dedi merasa jauh lebih lega.“Alhamdulillah, sangat terbantu,” katanya sambil menunggu di antara antrean anak-anak lain.


(prf/ega)