Tanda Penuaan di Wajah yang Sering Terlewat dan Hal yang Mempercepat

2026-01-14 09:27:04
Tanda Penuaan di Wajah yang Sering Terlewat dan Hal yang Mempercepat
- Banyak orang baru mulai khawatir soal penuaan ketika kerutan terlihat jelas di cermin. Padahal, perubahan pada kulit sebenarnya sudah dimulai jauh lebih awal. Sejak memasuki usia 30 tahun, tubuh perlahan mengalami penurunan fungsi, termasuk di kulit. Proses ini berjalan pelan, hampir tak terasa, sampai akhirnya tanda-tandanya mulai muncul di wajah.Menurut founder Clara Skin Care Clinic Jakarta dr. Dhani Juanda, Sp.DVE, area mata sering menjadi “alarm” pertama. Garis-garis halus di sudut mata yang dikenal sebagai crow’s feet, karena bentuknya menyerupai cakar ayam, biasanya muncul lebih dulu. Awalnya tipis dan hanya terlihat saat tersenyum, namun seiring waktu bisa menetap.Baca juga: Tips Yuki Kato Menjaga Mata agar Sehat di Tengah Kesibukan“Ini yang kita sebut fine lines. Kalau dibiarkan, lama-lama bisa berkembang menjadi kerutan yang lebih dalam,” jelas dr. Dhani.Selain di sekitar mata, tanda penuaan juga terlihat lewat lingkar hitam di bawah mata, munculnya bercak gelap, hingga kondisi pigmentasi seperti melasma. Garis lipat senyum atau smile lines pun perlahan makin jelas, memberi kesan wajah terlihat lebih matang dan lelah.Sekilas terlihat mirip, tapi garis halus dan kerutan sebenarnya berada di tahap yang berbeda. Garis halus masih tipis dan dangkal, sering kali berkaitan dengan kulit yang mulai kehilangan kelembapan. Sementara kerutan (wrinkle) sudah lebih dalam dan menetap, menandakan struktur kulit yang melemah."Kalau wrinkle itu lebih dalam. Kerutan yang dalam. Kalau fine line itu garis-garis. Mulai kerutan tapi masih lebih tipis dan sedikit," papar dr.Dhani.Baca juga: 2 Kesalahan Pakai Makeup yang Malah Menonjolkan Garis Halus di WajahSemakin lama kulit dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, garis-garis tipis ini akan berubah menjadi kerutan yang sulit disamarkan.Dok Clara Skin Care Clinic Tim dokter dari Clara Skin Care Clinic Jakarta.Penuaan kulit tidak hanya dipengaruhi dari luar. Ada faktor intrinsik, yaitu proses alami dari dalam tubuh. Usia, genetik, dan perubahan hormon berperan besar di sini. Pada perempuan faktor hormonal berperan besar di sini, terutama menjelang menopause. Kulit terasa lebih kering dan kehilangan kekenyalannya.Akibatnya, garis-garis halus muncul, kulit mulai mengendur, dan elastisitas berkurang. Secara biologis, kondisi ini juga berkaitan dengan penurunan regenerasi sel dan meningkatnya stres oksidatif di dalam kulit.Baca juga: 6 Manfaat Retinol untuk Wajah, Lawan Penuaan hingga Samarkan Flek HitamSelain proses alami, ada faktor ekstrinsik yang justru bisa mempercepat penuaan. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat merusak kulit secara perlahan, membuat teksturnya kasar, warnanya tidak merata, dan memicu munculnya kerutan lebih cepat.“Karena itu saya selalu menyarankan penggunaan sunscreen setiap hari, bahkan saat berada di dalam ruangan,” kata dr. Dhani.Paparan sinar UV tetap bisa masuk lewat kaca jendela, terutama di ruangan dengan pencahayaan alami.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-01-14 07:58