Polda Kalsel Amankan 57 Tersangka dan Musnahkan 1,4 Kg Narkoba

2026-01-13 07:11:55
Polda Kalsel Amankan 57 Tersangka dan Musnahkan 1,4 Kg Narkoba
Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mengamankan 57 tersangka kasus narkoba dalam sebuah operasi penindakan yang berlangsung di berbagai wilayah. Sebanyak 1,4 kg narkoba dan ratusan ekstasi berhasil disita dalam operasi tersebut.Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Baktiar Joko Mujiono menyebut mayoritas tersangka merupakan warga Kalimantan Selatan, sementara sebagian lainnya berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Dari total tersangka yang diamankan, lima di antaranya merupakan perempuan."Total 57 tersangka ini diamankan di berbagai wilayah di Kalsel, ada pula jaringan antar provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12/2025).Pihak kepolisian juga melaksanakan pemusnahan barang haram tersebut. Adapun pemusnahan barang bukti dilakukan dengan menghadirkan seluruh tersangka dan dilakukan uji kandungan dari narkotika.Dari pemusnahan tersebut, Baktiar menyebut upaya ini setara dengan melindungi 7.759 orang dari potensi penyalahgunaan narkoba. Ia menjelaskan, total barang bukti yang setara dengan Rp 2.605.570.000 atau sekitar Rp 2,6 miliar."Jika harga sabu per gramnya itu Rp 1,5 juta dan harga ekstasi per butir nya Rp 1 juta," ungkapnya.Lebih lanjut, Baktiar menyatakan bahwa langkah yang diambil ini sejalan dengan perintah Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka pun terancam Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2."Kami sebagai aparat penegak hukum ingin memastikan barang bukti tidak kembali beredar sekaligus wujud transparansi dalam proses penegakan hukum," pungkasnya.Sebagai informasi, kegiatan operasi ini berlangsung dari 28 Agustus hingga 8 November 2025. Sementara pemusnahan barang bukti dilakukan pada Jumat (28/11) lalu. Tonton juga video "Suami Dewi Astutik Kaget Istrinya Terseret Kasus Sabu Rp 5 T"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-13 06:18