Pegawai Ketahuan Pungli, Amran: Jangan Nyolong, Langsung Saya Pecat

2026-02-04 05:50:41
Pegawai Ketahuan Pungli, Amran: Jangan Nyolong, Langsung Saya Pecat
JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku langsung memecat pegawainya yang melakukan pungutan liar (pungli) penyaluran alat mesin pertanian (alsintan).Informasi itu disampaikan Amran di hadapan anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa .“Ada yang menipu rakyat. Dua minggu lalu sudah saya pecat. Tidak ada toleransi,” kata Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Rabu .Amran menegaskan, Kementan tidak memberikan sedikit pun praktik culas yang merugikan petani dan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan.Baca juga: Serap 40 Ton Cabai Petani Aceh, Mentan: Kami Bayar Kontan di LapanganPegawai itu, kata Amran, terbukti memungut uang dari para petani yang mau mendapatkan bantuan alsintan dengan nominal sekitar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per unit.Kementan bahkan menemukan bahwa pada salah satu titik transaksi pungli, ia meminta Rp 600 juta.Padahal, bantuan alsintan yang diberikan kepada petani bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).“Jangan nyolong. Masa rakyat disuruh bayar Rp 50 juta sampai Rp 600 juta. Itu langsung saya copot,” ujar Amran.Menurutnya, keputusan tegas itu bukan sekadar gertakan belaka.Ia mewanti-wanti agar tidak ada satu orang pun yang boleh dibiarkan merusak program pemerintah yang menyangkut kepentingan jutaan petani.Dalam waktu ke depan, kata Amran, pihaknya akan terus menindak aduan masyarakat terkait praktik culas pegawai Kementan maupun pihak terkait.Laporan akan diverifikasi dan dijatuhi sanksi administratif hingga dibawa ke pidana jika pelanggaran terbukti.“Masa satu orang mau mengganggu kepentingan 286 juta rakyat. Risiko apa pun saya siap terima, yang penting saya berpihak pada rakyat,” tutur Amran.Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Papua, Mentan Targetkan Cetak 100.000 Ha Sawah Baru


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 04:06