Seperti Apa Rupa dan Teknologi Modular Huntara di Aceh Tamiang?

2026-02-01 22:55:42
Seperti Apa Rupa dan Teknologi Modular Huntara di Aceh Tamiang?
JAKARTA, - Dalam menghadapi tantangan pemulihan pasca-bencana alam di Sumatera, kecepatan pembangunan hunian menjadi faktor penentu dalam meminimalisasi trauma sosial.Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Agung Budi Waskito, memperkenalkan sebuah solusi konstruksi masa depan yang kini diterapkan secara masif, bangunan modular untuk hunian sementara (huntara).Baca juga: 7 BUMN Karya Kompak Bangun 600 Huntara Korban Bencana di Aceh TamiangTeknologi ini bukan sekadar bedeng sementara, melainkan sistem hunian yang dirancang dengan presisi secara industri untuk memberikan keamanan, kenyamanan, dan martabat bagi para penyintas bencana.Teknologi modular yang dikembangkan WIKA dan PT Wijaya Karya Gedung (Persero) Tbk (WEGE) menjadi tolok ukur baru dalam mitigasi bencana nasional.Seperti apa teknologinya? Mari kita bedah:1. Filosofi Bangunan Modular: Presisi Industri di Lokasi BencanaMenurut Agung, kunci utama dari huntara di Sumatera adalah kecepatan tanpa kompromi pada kualitas. Sistem modular memungkinkan pembangunan dilakukan dengan metode off-site construction.Komponen bangunan diproduksi di pabrik (WEGE) atau sistem fabrikas?, dalam bentuk panel-panel siap rakit.Baca juga: HGU di 32 Kab/Kota Disiapkan untuk Huntara Korban Banjir SumateraKarena komponen sudah presisi, pemasangan di lokasi, seperti di Aceh Tamiang, hanya memerlukan waktu hitungan hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang memakan waktu berbulan-bulan."Kami menghadirkan huntara modular yang dibangun secara cepat, aman, dan kuat, sehingga masyarakat terdampak dapat segera memiliki tempat tinggal yang nyaman dan layak," tegas Agung, dikutip Kompas.com, Selasa .2. Anatomi Struktur: Kekuatan di Balik KecepatanHuntara modular WIKA dirancang dengan material pilihan yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis Sumatera yang lembap dan potensi cuaca ekstrem.Berikut adalah detail teknisnya:Rangka baja ringan (light steel frame): merupakan tulang punggung bangunan. Material ini dipilih karena memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, tahan terhadap korosi, dan fleksibel terhadap guncangan tanah (antisipasi gempa).Baca juga: 3 Kabupaten/Kota di Aceh Usulkan Lokasi Huntara Pasca BencanaDinding papan semen (fiber cement board): memberikan perlindungan termal yang baik. Ruangan tetap sejuk meski suhu di luar terik, serta memiliki daya tahan tinggi terhadap api dan rayap.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-01 22:50