– Kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan Indonesia yang diumumkan pada Juli 2025 kini berada di ujung tanduk.Seorang pejabat AS menyebut Jakarta menarik kembali beberapa komitmen yang sudah disepakati.“Mereka mengingkari apa yang telah kita sepakati pada bulan Juli,” kata pejabat tersebut yang berbicara tanpa nama. Ia tidak merinci komitmen mana saja yang kini dipertanyakan Indonesia.Baca juga: Trump Siapkan Skema Baru Tarif Impor Jelang Putusan Mahkamah AgungKesepakatan Juli mencakup rencana Indonesia untuk menghapus tarif atas lebih dari 99 persen barang asal AS serta mencabut seluruh hambatan non-tarif bagi perusahaan Amerika.Sebagai imbalan, Washington menurunkan ancaman tarif produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.Presiden AS Donald Trump saat itu menyebut kesepakatan tersebut sebagai “kemenangan besar bagi Produsen Mobil, Perusahaan Teknologi, Pekerja, Petani, Peternak, dan Produsen kita.”Menurut pejabat AS itu, pemerintah Indonesia telah memberi tahu Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer bahwa beberapa komitmen mengikat tidak bisa disetujui. Jakarta juga ingin mengubah kerangka kesepakatan.AS menilai perubahan itu akan menurunkan kualitas perjanjian dibanding kesepakatan terbaru Washington dengan Malaysia dan Kamboja.Pernyataan tersebut menegaskan laporan Financial Times yang menyebut Indonesia “mundur” dari komitmen penghapusan hambatan non-tarif untuk ekspor industri dan pertanian AS, serta isu perdagangan digital.Baca juga: Trump Hapus Tarif Impor untuk 4 Negara, Ini DaftarnyaPerwakilan Dagang AS belum memberi komentar.Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyampaikan sinyal serupa dalam acara DealBook yang digelar The New York Times.Ia mengatakan Indonesia “menjadi sedikit keras kepala” dalam perundingan dagang dengan AS.Ia tidak memberi rincian, tapi membandingkannya dengan Malaysia yang disebut sudah menghapus ribuan tarif sehingga perdagangan kedua negara berjalan lebih lancar.
(prf/ega)
Kesepakatan Dagang AS–Indonesia Terancam, Washington Ungkap Sebabnya
2026-01-11 03:59:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:12
| 2026-01-11 03:16
| 2026-01-11 02:47
| 2026-01-11 02:34
| 2026-01-11 01:39










































