Rupiah Dibuka Tertekan, Turun 0,02 Persen ke Posisi Rp 16.670 per Dollar AS

2026-01-12 05:45:50
Rupiah Dibuka Tertekan, Turun 0,02 Persen ke Posisi Rp 16.670 per Dollar AS
JAKARTA, - Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah tipis pada awal perdagangan, Selasa , mata uang garuda dibuka di level Rp 16.670 per dollar Amerika Serikat (AS) atau turun 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya, Rp 16.667 per dollar AS. Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Dollar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,26 persen, baht Thailand terkoreksi 0,15 persen, disusul won Korea Selatan l 0,11 persen, dollar Singapura turun tipis 0,02 persen. Adapun, yen Jepang memimpin penguatan mata uang Asia dengan kenaikan 0,24 persen. Peso Filipina menyusul dengan penguatan 0,19 persen, diikuti ringgit Malaysia naik 0,12 persen, yuan China menguat 0,05 persen, sementara dollar Hongkong terapresiasi 0,04 persen terhadap the greenback.Baca juga: Pasar Keuangan RI Berdebar Menunggu The Fed, Apa Dampaknya Jika IHSG Menguat dan Rupiah Stagnan? Di lain sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke zona hijau pada awal perdagangan Selasa pagi. Indeks tercatat naik 0,11 persen atau 9,37 poin ke level 8.659,03. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip lewat RTI, IHSG dibuka di posisi 8.696,70. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.700,86 dan posisi terendah 8.649,24, sebelum kembali bergerak stabil di zona hijau. Aktivitas perdagangan cukup ramai. Volume transaksi mencapai 7,85 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 4,03 triliun. Frekuensi perdagangan sebanyak 512.829 kali transaksi. Dari sisi pergerakan saham, ada 261 saham menguat, 255 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 15.844,51 triliun.Baca juga: Tren Pelemahan Rupiah Dipengaruhi Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Keluarnya Dana Asing Secara sektoral, energi menjadi penopang utama indeks dengan penguatan 1,12 persen. Teknologi naik 0,63 persen, barang konsumsi siklikal menguat 0,59 persen, industri dan barang konsumsi non-siklikal sama-sama mencatat kenaikan 0,44 persen, sementara transportasi dan logistik turut menguat 0,36 persen. Tekanan masih membayangi sejumlah sektor. Infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,42 persen, diikuti keuangan yang melemah 0,72 persen, industri dasar turun 0,49 persen, kesehatan dan properti bergerak relatif stabil dengan koreksi tipis masing-masing 0,02 persen dan 0,04 persen.


(prf/ega)