Bencana di Sumatera Ancam Ekonomi RI? Perbanas: Target 5 Persen Masih Bisa Dicapai

2026-01-12 03:01:40
Bencana di Sumatera Ancam Ekonomi RI? Perbanas: Target 5 Persen Masih Bisa Dicapai
JAKARTA, - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 masih akan bertahan di kisaran 5 persen, meskipun rentetan bencana alam melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.Pulau Sumatra yang selama ini menjadi penyumbang ekonomi nasional terbesar kedua kini menghadapi tekanan signifikan.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Sumatra berkontribusi 22 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal II/2025.Baca juga: Perbanas Prediksi Kredit Bank Tumbuh 9-11 Persen pada 2026, Tanda Daya Beli Mulai Pulih?Adapun Pulau Jawa masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan pertumbuhan 5,24 persen, meningkat dari 4,92 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.DKI Jakarta tercatat sebagai penyumbang terbesar PDB nasional, yakni 1,45 persen, disusul Jawa Timur 1,33 persen dan Jawa Barat 1,20 persen.Dengan posisi strategis tersebut, bencana yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi koreksi pertumbuhan hingga akhir tahun.Ekonom Senior Perbanas, Enrico Tanuwidjaja, mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi masih berada pada asumsi 5 persen, tetapi perlu mempertimbangkan dampak ekonomi dari bencana yang cukup besar di wilayah tersebut.“Target pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun asumsinya 5 persen. Dengan bencana ini harus dilihat dulu karena dampaknya cukup besar di Sumatera,” ujar Enrico dalam konferensi pers Perbanas CEO Forum Economic Outlook 2026, Jakarta Selatan, Rabu .Ia menjelaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menghitung potensi dampak bencana, baik terhadap portofolio kredit maupun sektor usaha lainnya.Meski demikian, peluang pertumbuhan 5 persen masih terbuka karena aktivitas ekonomi di wilayah lain tetap kuat.“OJK sedang menghitung dampak kredit dan sektor lain. Mencapai 5 persen masih memungkinkan karena kontribusi dari luar wilayah bencana,” katanya.OJK kini belum mengumumkan detail kebijakan khusus untuk debitur yang terdampak bencana.Namun, Enrico yakin regulator pasti akan menyiapkan langkah mitigasi agar kualitas kredit tidak terganggu.“Policy OJK untuk bencana memang belum diumumkan detail, tapi pasti akan ada kebijakan supaya NPL tidak tinggi,” lanjutnya.Ia mencatat kepercayaan investor terhadap Indonesia masih solid karena pemerintah bergerak cepat menangani bencana, sementara cadangan fiskal dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga masih tersedia untuk mendukung pemulihan.


(prf/ega)