IP Lokal Termasuk Jumbo Hiasi Livery KAI Selama Liburan Nataru, Catat Daftar Keretanya

2026-01-16 15:01:24
IP Lokal Termasuk Jumbo Hiasi Livery KAI Selama Liburan Nataru, Catat Daftar Keretanya
- Bagi penumpang kereta yang gemar berfoto, ada kejutan yang akan menyambut anda pada perjalanan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini.Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Jumbo, dan IP Factory Commuterline menghadirkan kolaborasi kreatif di ruang publik transportasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Sebanyak 11 karya Intellectual Property (IP) lokal ditampilkan melalui livery atau desain pengenal pada rangkaian kereta api dan area stasiun.Program ini berlangsung selama masa liburan dengan tujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.Melalui kolaborasi tersebut, perjalanan kereta api diharapkan tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang ceria dan berkesan bagi penumpang.Baca juga: Luncurkan Livery Jumbo, KAI Targetkan 56 Juta Penumpang Kereta Jarak JauhSebanyak 11 IP lokal yang terlibat dalam program Kereta IP meliputi Jumbo, Lokerserem, Belanja Ria, Pletesan, Arlo, Glek n Go, Mora Olfi, Nine to Field, Menyonisme, Skudeye, dan Kosanimal.Livery Jumbo terpasang pada KA Argo Dwipangga yang melayani rute melalui Stasiun Gambir, Bandung, Semarang Tawang, hingga Surabaya Pasar Turi.Sementara itu, livery tematik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 juga hadir di sejumlah stasiun serta layanan kereta api antarkota lainnya.Beberapa di antaranya adalah KA Argo Wilis/Turangga, KA Jayabaya/Gaya Baru Malam Selatan, KA Pandalungan, dan KA Argo Dwipangga dengan relasi strategis seperti Bandung–Surabaya, Malang–Pasarsenen–Surabaya, Gambir–Jember, serta Solo–Gambir.Dilansir dari Antara, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kolaborasi Kereta IP mencerminkan perubahan cara pandang dalam memanfaatkan aset publik.“Kolaborasi Kereta IP ini adalah tentang sebuah pergeseran mindset fundamental. Kita harus berhenti melihat aset publik seperti kereta api hanya sebagai 'hardware' fungsional. Ini adalah kanvas. Sebuah kanvas raksasa untuk memamerkan 'software' terbaik bangsa kita, yaitu Kekayaan Intelektual (IP) lokal,” kata Irene dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu .Irene menegaskan, kolaborasi ini menjadi bukti konkret penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui pemanfaatan ruang publik.Sejumlah rangkaian kereta api jarak jauh ditransformasi dengan sentuhan visual karakter IP lokal melalui pemasangan livery tematik Natal dan Tahun Baru pada lokomotif dan badan eksterior kereta.Selain itu, aktivasi kreatif juga dilakukan di beberapa stasiun selama periode liburan.Dok. KAI KAI menghadirkan ornamen tematik Natal dan Tahun Baru di sejumlah stasiun untuk menambah kenyamanan dan suasana liburan bagi pelanggan.Irene menyampaikan, melalui program Kereta IP, perjalanan kereta api diarahkan menjadi ruang pengalaman kreatif yang mampu menyampaikan cerita.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 13:44