SEMARANG, – Sebanyak 11.500 orang peserta lari dari 38 negara akan mengikuti Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 yang akan digelar pada Minggu pagi.Kali ini, ajang bergengsi tahunan tersebut mendapat predikat Elite Label dari World Athletics.Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan bahwa jumlah peserta bertambah 1.000 orang dibandingkan pada 2024 yang mencapai 10.500 orang pelari.Dia memperkirakan perputaran ekonomi melebihi capaian 2024 senilai Rp 73,9 miliar.Hal itu disampaikan Sumarno dalam konferensi pers Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 di Hotel Artos, Kota Magelang, pada Sabtu, sore.Baca juga: Cerita Kakak Adik Jelang Borobudur Marathon 2025, Persiapan Sejak 6 Bulan Lalu"Kami ingin mendorong lebih banyak perputaran ekonomi yang ada di kawasan ini," kata Sumarno dalam keterangan tertulis.Dia merinci prediksi tersebut diperoleh dari data perputaran ekonomi setiap tahun.Pada Borobudur Marathon 2017, perputaran ekonomi mencapai Rp 1,5 miliar.Lalu, pada 2018 meningkat menjadi Rp 26,5 miliar.Kemudian, pada 2019 bertambah menjadi Rp 30,5 miliar.Terakhir, pada 2023 mencapai Rp 61,6 miliar, dan pada 2024 meningkat menjadi Rp 73,9 miliar."Tentu saja kami berharap pada tahun 2025 ini jauh lebih meningkat lagi karena dari sisi partisipasi juga meningkat," ucap Sumarno.Baca juga: Ada Borobudur Marathon 2025, Wisata Sunrise Candi Borobudur TutupDia menyebut tantangan untuk meningkatkan perputaran ekonomi, yakni memperpanjang lama menginap para peserta lari di Kabupaten Magelang menjadi setidaknya tiga hari."Kami sangat mengharapkan dampaknya terhadap teman-teman UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)," ujarnya.Menurut Sumarno, kekuatan ekonomi di Jawa Tengah, salah satunya didorong oleh sektor konsumsi.
(prf/ega)
Pelari dari 38 Negara Ikuti Borobudur Marathon 2025, Dorong Perputaran Ekonomi
2026-01-11 14:38:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:08
| 2026-01-11 14:30
| 2026-01-11 13:51
| 2026-01-11 13:33
| 2026-01-11 12:48










































