JEMBER, - Tiga hari pasca-banjir mengepung Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejumlah masyarakat masih dihadapkan dengan persoalan air bersih.Banyak di antara sumur warga yang terendam saat banjir pada Senin, 15 Desember 2025 lalu, sehingga airnya bercampur lumpur dan tidak bisa digunakan.Misnari, Ketua RT 2 Lingkungan Wetan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, mengatakan bahwa banyak warga di lingkungannya yang mengeluh air sumur kotor pascabanjir.Air luapan dari Sungai Bedadung yang merendam 35 rumah warga setempat juga membuat sumur-sumur jadi kotor. Akibatnya, warga menjadi gatal-gatal usai mandi."Maka warga melapor ke saya untuk diadakan penyedotan air," kata Misnari, Kamis .Baca juga: Terseret Banjir, Lansia di Jember Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai/Mega Silvia Warga Jalan Ciliwung Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang Kabupaten Jember menjadi relawan dapur umum yang dibuat darurat, Kamis . Tiap hari memasak 555 paket nasi untuk warga terdampak.Selama air sumur belum normal, menurut dia, warga mendapatkan bantuan kiriman air minum kemasan.Dia juga mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember sejak Rabu, 17 Desember 2025 hingga Kamis, berjibaku melakukan normalisasi sumur-sumur warga yang terdampak.Pantauan Kompas.com, sejumlah personel PMI dan relawan membawa mesin diesel dan menyedot air sumur warga menggunakan selang besar di Jalan Ciliwung, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.Kepala Markas PMI Jember, Imam Muslim Al Hariri menjelaskan, normalisasi dilakukan dengan menguras air sumur yang bercampur lumpur."Sumurnya tenggelam (karena banjir) sehingga airnya keruh. Sudah kami cek dengan teman-teman di lapangan bahwa memang butuh untuk dinormalisasi," ujar Imam di tengah giat tersebut.Baca juga: Dampak Banjir dan Longsor di Jember, 3 Jembatan Rusak, 19 Desa dan 1.217 KK TerdampakSetidaknya, menurut Imam, sudah ada 13 sumur terdampak yang telah dikuras.Imam menyebut, selain di Kelurahan Jember Lor, normalisasi juga telah dilakukan di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, dan Dusun Gempal, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari.Di samping itu, PMI juga melakukan pembersihan lumpur di sejumlah rumah warga."Di Kelurahan Kepatihan itu ada 12 rumah yang sudah kami bersihkan lumpurnya," kata Imam.Baca juga: Tinjau Dampak Banjir Jember, Bupati Fawait Kaget Ada Perumahan Berdiri di Bantaran Sungai
(prf/ega)
Pasca-Banjir Sumur Warga Jember Bercampur Lumpur, PMI Bantu Normalisasi
2026-01-12 23:48:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 23:25
| 2026-01-12 23:17
| 2026-01-12 21:37
| 2026-01-12 21:36










































