Ban Mobil Kempis: Ancaman Tersembunyi Keselamatan Berkendara

2026-01-10 09:39:34
Ban Mobil Kempis: Ancaman Tersembunyi Keselamatan Berkendara
JAKARTA, - Ban mobil yang kempis secara perlahan kerap dianggap masalah sepele karena tidak langsung terasa saat berkendara.Namun, kondisi ban kurang udara justru menyimpan risiko keselamatan yang lebih besar dibanding ban bocor mendadak, karena pengemudi sering tidak menyadari perubahan karakter kendaraan hingga potensi bahaya muncul di jalan.Menurut Marcell Kurniawan, Director Real Driving Centre (RDC), ban kempis pelan membuat pengemudi terlena karena mobil masih bisa melaju normal, terutama pada kecepatan rendah hingga menengah.Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Jalan MH Thamrin Selama Pekerjaan JPM“Ban yang kurang udara secara perlahan itu berbahaya karena pengemudi tidak sadar kondisi ban sudah tidak ideal. Handling berubah, jarak pengereman bertambah, tapi sering dianggap hal biasa,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu .Marcell menjelaskan, tekanan udara yang tidak sesuai spesifikasi membuat tapak ban tidak bekerja optimal.Astra Daihatsu ilustrasi tekanan udara ban.Dinding ban menjadi lebih fleksibel, sehingga respons setir terasa lebih lambat dan mobil cenderung limbung saat bermanuver, terutama ketika berpindah jalur atau menikung.Selain itu, ban kempis pelan juga meningkatkan risiko panas berlebih.Gesekan yang tidak merata antara ban dan aspal membuat suhu ban naik lebih cepat, yang dalam kondisi tertentu bisa memicu kerusakan struktur ban hingga pecah ban (blow out), terutama saat mobil dipacu di jalan tol.“Justru ban bocor mendadak biasanya langsung terasa. Mobil terasa berat, setir menarik ke satu sisi, sehingga pengemudi cenderung lebih waspada dan segera menepi. Kalau kempis pelan, bahayanya muncul tanpa disadari,” kata Marcell.Ia menambahkan, tekanan ban yang kurang juga berdampak pada efisiensi pengereman.Baca juga: Fakta Mengerikan: 80% Kecelakaan Akibat Motor, Ribuan Tewas Tiap HariSistem pengereman, termasuk ABS dan ESC, tidak bekerja seefektif kondisi ban ideal karena daya cengkeram ke permukaan jalan berkurang.Untuk itu, Marcell menyarankan pemilik mobil rutin memeriksa tekanan udara ban setidaknya seminggu sekali atau sebelum perjalanan jauh.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat ban dalam kondisi dingin agar hasilnya akurat.“Jangan menunggu indikator TPMS menyala atau ban terlihat kempis. Cek manual dengan alat ukur, sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di pilar pintu atau buku manual,” ujarnya.Dengan memastikan tekanan udara ban selalu ideal, pengemudi tidak hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga meminimalkan risiko kecelakaan yang kerap berawal dari masalah kecil yang luput dari perhatian.


(prf/ega)