Abrakadabra, City dan Guardiola Terlalu Cepat Kembali

2026-02-02 07:27:46
Abrakadabra, City dan Guardiola Terlalu Cepat Kembali
STADION Selhurst Park, London, 14 Desember 2025. Pendukung Arsenal sangat berharap Manchester City terpleset di kandang Crystal Palace itu dalam laga pekan ke-16 Liga Premier Inggris musim 2025/2026.Seandainya Palace melukai City, seperti final Piala FA musim lalu, Arsenal yang masih berada di puncak klasemen tak akan terintimidasi oleh City.Pasukan Oliver Glasner bertubi-tubi merepotkan City. Meski tak menguasai bola, Jean-Philippe Mateta dkk melakukan 14 tembakan, empat di antaranya tepat sasaran.Namun, upaya itu nihil gol. Gawang Gianluigi Donnarumma tetap perawan hingga 90 menit. Sebaliknya Erling Haaland dan Phil Foden merobek gawang Dean Henderson, masing-masing dua gol dan satu gol.Dua gol dari pemain berpaspor Norwegia itu menjadikan City gacor. Dalam 16 laga atau pekan Liga Premier Inggris, 'monster' ini telah menghimpun 17 gol.Keran gol Haaland itu membuat pesona bomber anyar Loverpool, Hugo Ekitike, yang telah melesakkan tujuh gol 'tidak kelihatan'.Sejauh ini, Haaland telah membuat 59 tembakan, kemudian shot on target hingga 34 kali serta punya kesempatan mencetak gol tertinggi, yakni 15,06.Di laga kontra Palace, sinar City kian benderang ketika Phil Foden juga melesakkan gol. Ini mempertegas fakta bahwa sentuhan magic pemain kidal produk akademi itu telah kembali.Haaland dan Foden telah mempersembahkan 24 gol untuk City. Lebih separuh dari total gol The Citizens yang telah mencapai 38 biji.Pertandingan di kandang Palace, yang disebut sebagai laga berat oleh Pep Guardiola, berbuah kemenangan telak. Ini adalah kemenangan kelima City secara beruntun di semua kompetisi setelah dibekuk Newcastle United dan Bayern Leverkusen di akhir November lalu.Alih-alih terpleset, City kian menekan pemuncak klasemen, Arsenal. Belum Natal dan setengah musim, tapi jarak City dengan The Gunners sudah tinggal dua poin.Kian menipisnya selisih poin Arsenal dengan peringkat 2, 3 dan 4 tak terelakkan menyusul hasil minor Arsenal ketika diimbangi Chelsea, 1-1, serta dibenamkan Aston Villa, 2-1.Di laga terakhir pun, tren turun tadi bisa berlanjut seandainya tim racikan Mikel Arteta itu tak diselamatkan dua gol bunuh dari Wolverhampton Wanderers.Selain Haaland dan Foden, faktor "kembalinya" City yang terlalu cepat ini didongkrak oleh kinerja Jeremy Doku di sayap kiri.Pemain Belgia ini makin beradaptasi dengan taktik Guardiola. Ia mulai matang, kuat, kreatif, dan menggigit. Doku lengket dengan bola, suka mengiris lebar lapangan dan memanjakan dengan umpan-umpan yang brilian.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 06:39