JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari ini, Jumat , setelah pada sesi sebelumnya ditutup naik 0,16 persen ke level 8.419. Meski sempat tertekan aksi jual, pergerakan indeks dinilai tetap solid dan bahkan sempat menguji area resistance.Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan IHSG tengah berada pada bagian wave (iii) dari wave [iii], fase yang umumnya masih membuka ruang kenaikan lebih lanjut. Dengan struktur tersebut, indeks berpotensi menguat menuju rentang 8.540-8.577.“Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8,540-8,577,” ujar Herditya dalam analisa hariannya. Adapun level support terdekat berada di 8.341 dan 8.276, sementara resistance berada di kisaran 8.488 dan 8.532.Baca juga: IHSG Menguat Tipis ke 8.419, Sektor Cyclical Pimpin KenaikanSementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.350-8.440.“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.350-8.440,” kata Nico dalam analisanya.Menurutnya, rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) untuk September 2025, serta perkembangan geopolitik Rusia-Ukraina menjadi fokus utama pelaku pasar, sementara sentimen dari dalam negeri juga terpengaruh oleh pelemahan penerimaan pajak jelang akhir tahun.Data ketenagakerjaan AS memperlihatkan situasi yang tidak sepenuhnya negatif. Nonfarm Payrolls September naik signifikan dari 4.000 menjadi 119.000, sementara Private Payrolls meningkat dari 18.000 menjadi 97.000. Sektor manufaktur mulai menunjukkan pemulihan, meski masih mencatat penurunan dari 15.000 menjadi 6.000. Baca juga: Lanjutkan Kenaikan, IHSG Pagi Melesat ke Level 8.452Data-data ini sejatinya memberi harapan bahwa peluang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve tetap terbuka.Namun, tingkat pengangguran AS naik dari 4,3 persen menjadi 4,4 persen, mendekati ambang batas 4,5 persen yang dianggap kritis oleh pelaku pasar. Kenaikan pengangguran di tengah inflasi yang masih menjadi perhatian membuat investor bimbang mengenai arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan Desember.Lalu, sentimen global sedikit terangkat oleh kabar adanya potensi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengaku telah menerima rancangan rencana perdamaian yang disusun Amerika Serikat dan Rusia. Meski begitu, prospek kesepakatan masih diragukan karena beberapa syarat Rusia, seperti penyerahan wilayah Donbas dan pencabutan sanksi, dinilai sulit dipenuhi Ukraina.Baca juga: IHSG Hari Ini Bakal Lanjut Menguat? Intip Saham Pilihan Analis
(prf/ega)
IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat ke Level 8.577, Cek Rekomendasi Sahamnya
2026-01-12 07:09:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:40
| 2026-01-12 06:21
| 2026-01-12 06:20
| 2026-01-12 05:26
| 2026-01-12 05:06










































