JAKARTA, - Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat kesiapan operasional di jalur penyeberangan strategis Jawa–Bali–Lombok.Lintasan tersebut menjadi salah satu poros utama mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan keluarga, wisata, maupun distribusi logistik.Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa masa Nataru memiliki dinamika mobilitas yang jauh lebih tinggi dibanding hari biasa sehingga seluruh layanan harus beroperasi lebih tertib dan andal.Baca juga: ASDP Buka Akses Laut NTT, Perkuat Konektivitas dan Ekonomi 3TDokumentasi Kemenhub Pelabuhan Lembar terapkan NLE.“Penyeberangan pada periode Nataru memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan fisik, ini adalah ruang untuk kembali berkumpul, merayakan kebersamaan, dan membangun cerita baru. Karena itu, ASDP menyiapkan rangkaian layanan berlapis agar masyarakat dapat melintasi Jawa–Bali–Lombok dengan lancar, aman, dan selamat,” ujarnya dalam siaran pers, Senin . Kawasan Timur menjadi salah satu titik paling krusial, terutama Pelabuhan Lembar yang menjadi pintu masuk utama ke Nusa Tenggara Barat dan Bali.Hingga Oktober 2025, dua kapal yang melayani rute ini, yakni KMP Portlink II dan KMP Roditha, telah mengangkut hampir 20.000 penumpang dan lebih dari 35.000 kendaraan.General Manager ASDP Cabang Lembar Handoyo Priyanto menjelaskan, pola operasi akan disiapkan secara adaptif mengikuti potensi kepadatan.Baca juga: ASDP: Lintasan Ajibata–Ambarita Layani 481.076 Penumpang hingga September 2025
(prf/ega)
Antisipasi Lonjakan Nataru, ASDP Siapkan Pola Operasi di Pelabuhan Ketapang dan Lembar
2026-01-11 22:21:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:03
| 2026-01-11 22:57
| 2026-01-11 21:51
| 2026-01-11 20:48










































