Nekad Tempuh Jalur Bener Meriah-Aceh Utara dalam Sehari Semalam, Berharap Tak Ada Longsor Susulan

2026-01-11 03:27:42
Nekad Tempuh Jalur Bener Meriah-Aceh Utara dalam Sehari Semalam,  Berharap Tak Ada Longsor Susulan
ACEH UTARA, – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe M Agam Khalilullah sempat terjebak tiga hari di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 26 November 2025 lalu. Untuk kembali, ia harus melintasi jalur Bener Meriah menuju Aceh Utara dengan kondisi medan yang sulit untuk ditempuh, sekaligus harap-harap cemas dengan longsor susulan. Saat itu, seluruh pengurus PMI di Aceh berkumpul dalam sebuah acara di Aceh Tengah.Longsor dan banjir lalu melanda kawasan itu. Untuk pulang, mereka melewati cobaan berat. Beruntung, karena pengurus PMI, terbiasa dengan medan berat.Baca juga: Pertamina: Penyaluran BBM dan LPG Berangsur Pulih, Bener Meriah-Aceh Menyusul“Kekhawatiran kami hanya satu, longsor susulan. Karena kita berada di sisi gunung jalan kaki,” terang Agam di Lhokseumawe, Minggu .Belum lagi tanpa listrik dan tanpa sinyal telekomunikasi menyulitkan mereka melewati jalan panjang itu.Berkali-kali mencari jalur alternatif untuk keluar dari Aceh Tengah, namun seluruh jalan putus total. Barulah Sabtu, 29 November 2025, pekan lalu, Agam bersama 7 orang rekannya mencoba mencari harapan baru agar dapat pulang kerumah nya.DOK PRIBADI Ketua PMI Lhokseumawe, M Agam KhalilullahMereka memutuskan untuk berkendara menuju Bener Meriah.  “Kami yang pertama melintas, Alhamdulillah kami berhasil sampai ke Bener Meriah,” katanya lirih. Namun,  sesampainya di Bener Meriah, kabar yang lebih memilukan datang yaitu jalan lintas KKA yang satu-satunya jalur penghubung menuju Aceh Utara amblas.Longsor besar memutus tubuh jalan, membuat kendaraan mustahil melintas. Baca juga: Korban Banjir di Bener Meriah Berjalan Lewati 4 Jalan Longsor demi Ambil Sembako di Aceh UtaraDengan berat hati, mobil yang menjadi alat transportasi pulang kerumah dititipkan ke rumah temannya.”Solusinya jalan kaki,” terang Agam. Pukul 17.00 WIB, mereka mulai menjejakkan kaki. Matahari perlahan turun, namun langkah mereka harus terus untuk naik dan turun tebing, meniti tanah longsor dan mengarungi lumpur.


(prf/ega)