Klaim Trump Tak Digubris, Thailand Tingkatkan Serangan ke Kamboja

2026-01-11 03:45:53
Klaim Trump Tak Digubris, Thailand Tingkatkan Serangan ke Kamboja
- Pertempuran bersenjata kembali pecah di sepanjang perbatasan Thailand dan Kamboja pada Sabtu pagi.Bentrok terbaru ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengklaim telah mengamankan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.Namun, sebagaimana dilaporkan NBC, otoritas Thailand dengan tegas membantah pernyataan tersebut dan menegaskan tidak pernah ada kesepakatan penghentian tembakan. Pemerintah Kamboja juga tidak mengonfirmasi klaim Trump.Bahkan, Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut jet tempur Thailand melancarkan serangan udara pada hari yang sama.Media lokal di Kamboja hanya mengutip pernyataan Trump tanpa penjelasan rinci mengenai kondisi terkini di lapangan.Baca juga: Sederet Fakta Konflik Kamboja dan Thailand: Klaim Damai Trump Dibantah, Perbatasan Memanas LagiMenteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan, sejumlah pernyataan Trump tidak mencerminkan pemahaman yang akurat atas kondisi sebenarnya.Ia mengaku kecewa karena klaim tersebut dinilai berdampak pada perasaan publik Thailand.“Kami menyesalkan dan kecewa karena beberapa pernyataan Presiden Trump memengaruhi perasaan rakyat Thailand. Kami memandang diri kami, bahkan bangga, sebagai sekutu perjanjian tertua Amerika Serikat di kawasan ini,” ujar Sihasak.Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga menegaskan bahwa Thailand belum menyepakati gencatan senjata.Ia mengeklaim telah menjelaskan langsung kepada Trump bahwa penghentian pertempuran hanya mungkin terjadi jika Kamboja terlebih dahulu menghentikan serangan.Kementerian Luar Negeri Thailand kemudian secara resmi membantah klaim bahwa gencatan senjata telah tercapai.Baca juga: AS Serukan Thailand dan Kamboja Hentikan Pertempuran, Begini HasilnyaSAROT MEKSOPHAWANNAKUL Warga Thailand yang dievakuasi berkumpul di tempat penampungan sementara setelah bentrokan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja di provinsi Buriram pada 8 Desember 2025.Eskalasi terbaru ini berakar dari bentrokan pada 7 Desember yang melukai dua tentara Thailand dan menggagalkan gencatan senjata sebelumnya.Kesepakatan damai yang sempat menghentikan pertempuran lima hari pada Juli lalu itu dimediasi Malaysia dan didorong tekanan diplomatik Trump, termasuk ancaman pencabutan fasilitas perdagangan.Dalam bentrokan pekan terakhir, sekitar dua lusin orang dilaporkan tewas dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dari wilayah perbatasan.


(prf/ega)