Butuh Cepat Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Banjir Sumatera

2026-01-12 03:32:32
Butuh Cepat Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Banjir Sumatera
JAKARTA, - Pemerintah mengerahkan alat berat ke lokasi banjir Sumatera sejak pekan lalu. Berapa alat berat yang dipunyai Indonesia?Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pengerahan alat berat menjadi prioritas utama penanganan bencana ini.Fungsi alat-alat berat adalah memulihkan akses transportasi yang rusak parah agar bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau wilayah terdampak.“Yang paling mendesak adalah memang menggelar secara cepat alat-alat berat untuk memperbaiki jalur-jalur transportasi yang rusak dan hancur," kata AHY ditemui di Lapangan Tembak Brigade Parako I Pasgat, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu .Baca juga: Peta Wilayah Terisolasi Usai Banjir Sumatera Menurun, tapi Tantangan MenantiAHY menambahkan, kecepatan distribusi bantuan menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan dan melindungi masyarakat terdampak.Penyaluran bantuan kemanusiaan, lanjut AHY, dilakukan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari udara, laut, hingga darat.Seluruh mekanisme distribusi telah dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga agar bantuan tiba tepat sasaran."Sekali lagi, tanpa jalur transportasi, maka bantuan logistik atau kemanusiaan seberapa besar pun akan sulit untuk didistribusikan secara cepat, padahal itu yang paling harus didahulukan," tambahnya.Baca juga: Sawit Dinilai Bikin Banjir Sumatera, Wamentan: Presiden Tindak SemuaIndonesia memiliki 5.755 unit alat berat. Adapun sebaran alat berat di Indonesia dapat dipetakan, antara lain di Aceh sebanyak 114 unit, Sumatera Utara 254 unit, di Sumatera Selatan 153 unit, di Sumatera Barat 209 unit, di Bengkuli 76 unit, di Riau 69 unit, dan di Kepulauan Riau 68 unit.Sementara itu, di Jambi ada 119 unit, di Lampung 124 unit, di Bangka Belitung ada 63 unit, di Kalimantan Barat ada 130 unit, di Kalimantan Timur ada 118 unit, di Kalimantan Selatan ada 131 unit, di Kalimantan Tengah ada 122 unit, dan di Kalimantan Utara ada 81 unit.Kemudian, di Banten ada 120 unit, di DKI Jakarta ada 354 unit, di Jawa barat ada 429 unit, di Jawa Tengah ada 472 unit. Lalu, di Yogyakarta ada 212 unit, di Jawa Timur ada 552 unit, di Bali ada 114 unit, di Nusa Tenggara Barat ada 181 unit, dan Nusa Tenggara Timur ada 196 unit.Baca juga: Prabowo Perintahkan Alat Berat dan Truk Air Minum Ditambah di Lokasi Bencana SumateraLalu, di Gorontalo ada 121 unit, di Sulawesi Barat ada 129 unit, di Sulawesi Tengah ada 57 unit, di Sulawesi Utara ada 161 unit, dan di Sulawesi Tenggara ada 72 unit. Kemudian Sulawesi Selatan ada 263 unit, di Maluku Utara ada 102 unit, di Maluku ada 107 unit, di Papua Barat ada 70 unit, di Papua ada 137 unit, di Papua Tengah ada 26 unit, di Papua Selatan ada 16 unit, dan di Papua Barat Daya ada 31 unit.Kementerian Pekerjaan Umum menyiagakan alat berat dan bahan penanggulangan banjir melalui unit-unit pelaksana teknis yang tersebar di seluruh provinsi.Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyiapkan berbagai peralatan pendukung pengendalian banjir dan evakuasi, mulai dari ekskavator dan ekskavator amfibi, mobil pompa dan trailer pompa, pompa air, mobil tangki air, hingga perahu karet dan perahu fiber.Selain itu, disiagakan pula mesin tempel, self loader, truk trailer, truk crane, forklift, wheel loader, serta berbagai material seperti bronjong kawat, bronjong pasir, geobag, sandbag, dan geobox, untuk penanganan darurat tanggul dan aliran air.Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Marga menyiagakan peralatan yang difokuskan pada penanganan darurat jalan dan jembatan.Baca juga: Kementerian PU Turunkan Alat Berat untuk Bersihkan Longsor di SumateraAlat-alat tersebut antara lain ekskavator, backhoe loader, tandem roller, motor grader, stamper, genset, dump truck, baby roller, flatbed, truk crane, wheel loader, jack hammer, gergaji mesin, serta kendaraan operasional.Ditjen Bina Marga juga menyiapkan material pendukung seperti bronjong kawat, bahan bakar minyak, water barrier, terpal, coldmix, emulsi, serta material tambalan darurat untuk menjaga akses transportasi tetap fungsional.Adapun Direktorat Jenderal Cipta Karya memfokuskan kesiapsiagaan pada penyediaan sarana air bersih dan sanitasi darurat bagi masyarakat terdampak.Peralatan yang disiapkan meliputi mobil tangki air, hidran umum, instalasi pengolahan air minum (IPA) mobile, toilet portabel, mobil toilet, mobil vakum tinja, tenda darurat, serta perahu karet.Tangkapan layar Youtube BNPB Indonesia Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB ? Abdul Muhari dan Kepala Dinas ESDM Aceh - Taufik dalam konferensi pers, Senin .


(prf/ega)