ACEH UTARA, – Memasuki hari ke 22 pascabanjir, aliran listrik di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, masih padam, Kamis .Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia menyatakan listrik akan pulih di Provinsi Aceh pada Rabu atau Kamis.“Belum pernah menyala sekalipun. Tadi saya lihat petugas PLN (Perusahaan Listrik Negara) sudah mulai bekerja di lapangan,” sebut Nurwida, warga Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, saat dihubungi melalui telepon, Kamis .Ia meminta PLN dapat mempercepat pemulihan listrik hingga ke wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Utara. Dengan begitu, pengungsi korban banjir dapat beraktivitas pada malam hari dengan penerangan yang memadai.Baca juga: Jalur Pante Bidari Aceh Timur-Langkahan Aceh Utara Masih Terendam BanjirHarapan serupa disampaikan Isbahanur, warga Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.“Semoga PLN bisa segera menyalakan seluruh listrik di kecamatan ini,” ucapnya.Selama listrik padam, warga mengandalkan lampu teplok pada malam hari. Sebagian warga yang memiliki kemampuan ekonomi menggunakan mesin generator listrik.“Namun mayoritas warga menggunakan lampu datu atau lilin,” ujarnya.Sebelumnya diberitakan, hingga Kamis , sebanyak 71.637 pengungsi korban banjir masih bertahan di 226 titik pengungsian.Selain itu, sebanyak 12 daerah irigasi mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier juga rusak akibat diterjang banjir. Seluas 14.509 hektar sawah kini dipenuhi lumpur sisa banjir setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat digunakan kembali.PT PLN (Persero) melaporkan telah berhasil memulihkan kembali jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu pukul 13.30 WIB.Dengan pemulihan tersebut, sistem kelistrikan Aceh yang sebelumnya terisolasi kini kembali terhubung dengan backbone sistem kelistrikan Sumatera. Kondisi ini menandai dimulainya tahapan pengoperasian kembali pembangkit listrik.Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, jaringan transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan penopang utama interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera dan Aceh, sehingga pemulihannya menjadi langkah krusial dalam mengembalikan kekuatan sistem kelistrikan Aceh pascabencana."Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatera–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis .Pemulihan interkoneksi tersebut dilakukan melalui pembangunan tower darurat pada sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor, sehingga jalur Pangkalan Brandan–Langsa dapat kembali difungsikan secara aman."Dalam prosesnya, pembangunan tower darurat ini dilakukan di tengah kondisi lapangan yang menantang, mulai dari akses lokasi yang terbatas, kontur medan yang labil pascabencana, hingga curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan genangan air dan lumpur yang ekstrem," jelas Darmawan.Setelah jaringan transmisi berhasil tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya. Proses ini membuat sistem kelistrikan Aceh berangsur-angsur pulih.
(prf/ega)
Sudah 22 Hari Pascabanjir, Listrik Masih Padam di Kecamatan Sawang Aceh Utara
2026-01-13 11:26:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 12:22
| 2026-01-13 11:49
| 2026-01-13 10:03
| 2026-01-13 09:56










































