Modus 2 Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Jakbar: Pura-pura Bertamu

2026-02-08 17:15:32
Modus 2 Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Jakbar: Pura-pura Bertamu
Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) menangkap dua pelaku pencurian rumah kosong (rumsong), DK dan AS alias Gondrong, yang beraksi di wilayah Jakarta Barat. Kedua pelaku mengincar rumah dengan ciri-ciri tertentu."Mereka random memilih rumah, begitu ada rumah nyala (lampu), gorden tertutup, tak ada kendaraan di garasi, (lalu) mereka coba ketuk, pura-pura bertamu. Begitu tidak ada suara, mereka congkel dan masuk," kata Wakapolres AKBP Tri Suhartono saat konferensi pers di Polrestro Jakbar, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis .Ia menyebut para pelaku akan berpura-pura salah alamat ketika ada orang yang menyambut ketukannya mereka. "Mereka hanya pura-pura salah alamat kalau diketuk ada orang," tutur Tri.Lebih lanjut Tri menjelaskan kedua pelaku mengincar barang-barang yang bisa langsung dijual. Mereka, kata Tri, menjual dengan cara COD."Tergantung barang yang mereka ambil, ada kendaraan juga roda 2, emas, jadi mereka random aja. Begitu masuk ke rumsong itu lalu lihat ada barang yang mereka jual, ya mereka ambil," ucap dia.Tri menyebut, dari 4 TKP yang digasak oleh kedua pelaku, korban rugi hingga ratusan juta rupiah. "Sementara dari 4 LP ini itu sekitar Rp 100 jutaan," imbuhnya.Kedua pelaku pun dijerat dengan Pasal 336 ayat 4 dan 5. Keduanya terancam 7 tahun penjara.Lihat juga Video: Polisi Ringkus Pembobol Rumah Kosong di Makassar, Pelaku Ditembak[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-08 14:58