1 dari 3 Ibu di Jakarta Alami Tekanan Psikis, Pemprov Soroti Faktor Lingkungan

2026-02-03 18:37:57
1 dari 3 Ibu di Jakarta Alami Tekanan Psikis, Pemprov Soroti Faktor Lingkungan
Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menekankan pentingnya keluarga untuk ikut menjaga kesehatan mental ibu. Sebab, kondisi psikis ibu menentukan kualitas pengasuhan, keharmonisan keluarga serta tumbuh kembang anak."Seorang ibu tidak hanya berperan dalam melahirkan dan merawat anak, tetapi juga menjadi pusat emosi dan stabilitas di dalam keluarga," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas PPAPP DKI Jakarta Evi Lisa dalam seminar daring bertema "Merawat Kesehatan Mental Ibu sebagai Pilar Ketahanan Keluarga" dilansir Antara, Sabtu (22/11/2025).Dia mengatakan pentingnya menjaga kesehatan mental ibu, salah satunya karena berbagai penelitian menunjukkan sekitar 1 dari 3 ibu mengalami tekanan psikis selama menjalani peran sebagai ibu, baik akibat faktor ekonomi, sosial maupun tuntutan perang ganda.Apabila tekanan psikis itu tidak ditangani, maka dapat berdampak pada stres yang berkepanjangan, burnout (kelelahan fisik, mental dan emosional yang ekstrem) bahkan gangguan kesehatan mental yang serius. Dia menegaskan, perhatian terhadap kesehatan mental ibu bukan hanya isu personal, tetapi menjadi agenda penting pembangunan keluarga dan ketahanan sosial.Evi menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan edukasi dan literasi kesehatan mental bagi perempuan dan keluarga, serta memperluas akses terhadap layanan konseling dan pendampingan psikologis.Selain itu, Pemprov DKI juga mendorong hadirnya lingkungan yang suportif, baik dari suami, keluarga maupun komunitas, serta menguatkan sinergi lintas sektor untuk perlindungan dan kesejahteraan perempuan dan anak.Salah satu upaya dalam mewujudkan komitmen itu, yakni dengan menyelenggarakan seminar daring yang menghadirkan pakar kesehatan yang bertujuan menambah wawasan masyarakat sekaligus menjadi gerakan bersama untuk lebih peduli, lebih peka, dan lebih sigap dalam mendukung ibu."Karena ketika Ibu kuat secara mental, maka keluarga akan kokoh, anak-anak tumbuh sehat, dan masyarakat menjadi lebih tangguh," ungkap Evi.Selain itu, Pemprov DKI juga menghadirkan laman puspa.jakarta.go.id yang menyediakan layanan konsultasi gratis bagi semua masyarakat, termasuk kaum ibu.Pada layanan tersebut, terdapat banyak konselor yang ahli dalam bidang keluarga, anak, remaja, lansia, parenting (pola pengasuhan), gizi, kewirausahaan, keuangan, hukum keluarga, laktasi, dan kesehatan reproduksi yang siap membantu masyarakat.Warga Jakarta yang mengalami masalah kesehatan mental juga dapat memanfaatkan layanan telekonsultasi JakCare sebagai pertolongan pertama dan deteksi dini. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) atau menghubungi 0800-1500-119 (gratis). Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yunita Arihandayani mengungkapkan, masalah kesehatan jiwa, khususnya depresi lebih banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Dia mengimbau warga untuk skrining kesehatan jiwa."Masalah kesehatan jiwa dalam satu bulan terakhir, perempuan itu 2,6 persen untuk rata-rata nasional, laki-laki 1,5 persen," kata Yunita dalam seminar yang sama.Yunita merujuk Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mengatakan, prevalensi perempuan berusia di atas 15 tahun yang mengalami depresi tercatat 1,8 persen sementara laki-laki 1,6 persen. SKI juga menunjukkan perempuan lebih banyak mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup daripada pada laki-laki, yakni 0,33 persen berbanding 0,17 persen.Meski demikian, perempuan lebih banyak yang mencari pengobatan gejala depresi ketimbang laki-laki, yakni 12,9 persen, sementara laki-laki 12,5 persen. Yunita menyampaikan, masalah kesehatan jiwa (keswa) berkaitan dengan risiko mengalami kekerasan."Seseorang yang kondisi fisik dan sehat mentalnya tidak baik atau kurang itu berisiko untuk mengalami kekerasan," kata dia.Data tahun 2019-2024 memperlihatkan tren kasus kekerasan pada perempuan cenderung meningkat. Pada tahun 2022, misalnya, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 11.538, lalu naik menjadi 11.712 pada tahun 2023, dan menjadi 12.161 kasus pada tahun 2024.Pemerintah, kata Yunita, melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terkait penanganan masalah kesehatan jiwa. Promotif, yakni upaya untuk menjaga masyarakat yang sehat jiwa itu tetap sehat jiwa.Kemudian, upaya preventif atau pencegahan masyarakat yang berisiko masalah kesehatan jiwa tidak sampai jatuh ke masalah atau gangguan jiwa yang dilakukan dengan deteksi dini. Sedangkan upaya kuratif dan rehabilitatif ini dilakukan bagi yang sudah mengalami gangguan.Dia menambahkan, skrining kesehatan jiwa dapat dilakukan untuk deteksi dini dan pencegahan. Skrining bisa dilakukan di Puskesmas dan saat ini hampir seluruh Puskesmas di Jakarta sudah menyediakan psikolog klinis.Simak juga Video: KPAI Sebut Dampak Psikis Anak Korban dari Kasus Gus Elham[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 17:07