Alasan Sheila Marcia Pilih Jujur pada Putrinya soal Dulu Pernah Hamil di Luar Nikah

2026-02-07 23:40:41
Alasan Sheila Marcia Pilih Jujur pada Putrinya soal Dulu Pernah Hamil di Luar Nikah
JAKARTA, - Aktris Sheila Marcia memilih jujur menceritakan masa lalunya pada Leticia Joseph, putrinya bersama musisi Anji.Walaupun dulu saat Leticia kecil, Sheila sempat berbohong tentang asal usul putrinya dengan menyebutnya berasal dari terigu dan telur, tapi Sheila mulai jujur bercerita ketika Leticia sudah dianggap cukup dewasa dan bisa menerima fakta tersebut. Sheila menceritakan caranya jujur bercerita tentang pengalaman masa lalu yang diharapkannya berhenti di dirinya dan tak terulang pada anaknya."Aku bilang kayak 'Tisya, you know, yang sebenarnya yang seharusnya, yang benar adalah perempuan dan laki-laki menikah, kemudian baru Tuhan karuniakan anak,'" ujar Sheila di Curhat Bang Denny Sumargo. Baca juga: Puji Sosok Ayah Sambung, Putri Sheila Marcia Ungkap Hal yang Buat Tersentuh"Nah karena kesalahannya mama, sebelum menikah mama sudah ada Tisya. Tapi Tisya enggak salah, yang salah mama yang berbuat," lanjutnya.Sheila mencoba memberikan pemahaman pada putrinya bahwa Leticia bukan kesalahan, karena Leticia adalah berkah dari Tuhan yang diciptakan dengan begitu penuh cinta."Tisya tetap ada karena Tuhan tenun Tisya with wholeheartedly, dengan cintanya Tuhan ke Tisya di wombnya mama," ucap Sheila tentang ucapannya saat memberi pengertian Leticia.Sheila juga mengakui bahwa tindakannya saat itu salah, semua orang bisa berbuat salah, tapi yang membedakan adalah cara mereka meresponsnya.Baca juga: Hampir Cerai 2 Tahun Lalu, Sheila Marcia dan Dimas Akira Kini Makin Lengket"Maksud aku adalah, ketika mama berbuat salah dan mama responsnya benar, tidak membuang Tisya, merawat Tisya dengan benar-benar hikmat dan benar-benar berserah sama Tuhan, mama percaya bahwa He will make you great," ucapnya."You can not change the past kan. Enggak bisa ganti yang sudah terjadi, tapi kamu bisa tentukan masa depan," kata Sheila."Mungkin kita akan dicaci maki, akan dihina dan segala macam, tapi pada akhirnya semuanya untuk kemuliaan Tuhan," kata Sheila."Dan sekali lagi, enggak cuma aku yang pernah melalui itu, dan enggak cuma Tisya yang melalui itu," imbuhnya."Setidaknya dia punya bekal nih dari Sheila sekarang yang untuk supaya dia bisa jaga diri jauh lebih baik daripada Sheila," ujar Sheila."You are the one who break the curse consciously. Kalau tidak ada lagi hamil di luar nikah di keluarga ini, from you, I said. Dan aku percaya itu harus di declare, harus diperkatakan. You are precious no matter what," jelasnya.Mendapat penjelasan di usianya yang sudah menginjak remaja dan sudah mendapat pendidikan yang cukup soal reproduksi membuat Leticia lebih mudah paham dan menerima semua perkataan Sheila. "Iya. Soalnya mama juga enggak mau Tisya sakit hati gitu loh (tahu) dari orang," kata Leticia. "Jadi Tisya kalau denger kayak 'ya udah sih kan itu juga udah lama kan.' Jadi Tisya ya enggak masalah," sambungnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-07 23:21