TANGERANG SELATAN, – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel telah melakukan pembebasan lahan seluas 4.000 meter persegi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.Saat ini, sebanyak 2,3 hektare lahan milik warga sedang dipersiapkan untuk proses pembebasan pada 2026."Insyaallah di awal tahun depan kita akan melakukan pembebasan lahan. Sudah terdata dan dianggarkan tahun ini untuk melakukan pembebasan," ujar Pilar di Gedung DPRD Tangsel, Setu, Tangsel, Selasa .Baca juga: Warga Minta TPA Cipeucang Ditutup, Pilar Saga: Penutupan Bisa Jadi Bencana LingkunganPembebasan lahan tersebut dilakukan untuk mengatasi dampak operasional TPA Cipeucang terhadap warga di sekitarnya.Salah satu dampak yang belakangan sering terjadi adalah banjir dan longsor yang disebut berulang setiap tahun.Karena itu, rencana pembebasan lahan menjadi program prioritas Pemkot Tangsel meski anggaran daerah sedang mengalami efisiensi."Mohon menunggu anggaran supaya kita bisa eksekusi sesegera mungkin karena dari dewan juga sudah menyetujui untuk dilakukan pembebasan lahan di sana," kata dia.Selain pembebasan lahan, Pemkot Tangsel juga berencana membangun Material Recovery Facility (MRF) pada 2026 untuk mengurangi jumlah sampah yang ditimbun di Cipeucang.Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah hingga 50 persen sampah sebelum masuk ke area penimbunan.Baca juga: Pemkot Tangsel Siapkan Rp 50 Miliar untuk Pembebasan Lahan Sekitar TPA Cipeucang“Minimal 50 persen bisa diolah dulu di MRF sampai timbunannya tidak membludaklah seperti itu," jelas dia.Sebelumnya, warga yang tinggal di sekitar kawasan TPA Cipeucang mengeluhkan kondisi sampah yang terus menumpuk.Keluhan warga pun memuncak ketika banjir merendam rumah-rumah warga di dua RT yang berdekatan dengan TPA dalam beberapa waktu terakhir.Akibatnya, 12 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang diduga terjadi akibat saluran air yang tertutup tumpukan sampah.Selain itu, warga juga sudah lama merasakan dampak kesehatan akibat bau menyengat dari aktivitas TPA.“Bau setiap hari, malam siang sama. Kalau ada pengerukan lebih parah. Saya sering banget sesak di dada,” ujar warga setempat, Agus (50) yang rumahnya berada paling dekat dengan gunungan sampah.Baca juga: Duduk Perkara di Balik Desakan Penutupan TPA CipeucangOleh karena itu, warga melakukan demo di Kantor UPT Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, dengan membawa enam tuntutan, yaitu:
(prf/ega)
Pemkot Tangsel Bebaskan 4.000 Meter Lahan di TPA Cipeucang, 2,3 Hektare Menyusul pada 2026
2026-01-12 06:30:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 04:23










































