Ahli Jelaskan Teknik Engine Brake pada Mobil Matik

2026-01-12 07:18:56
Ahli Jelaskan Teknik Engine Brake pada Mobil Matik
SOLO, - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata ke kawasan Puncak yang dikenal dengan jalur berkelok dan turunan panjang.Kondisi tersebut menuntut pengemudi mobil, khususnya pengguna transmisi otomatis atau mobil matik, untuk lebih memahami teknik berkendara yang aman.Salah satu hal penting adalah penggunaan engine brake mobil matik untuk mengontrol kecepatan kendaraan saat melintasi turunan agar rem tidak bekerja terlalu berat.Baca juga: Jack Miller Beberkan Arah Pengembangan Yamaha V4Kompas.com - Aris Harvenda Toyota Yaris Cross Hybrid ketika melintas di rute menanjak kawasan BromoTraining Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, bahwa engine brake pada mobil matik juga bisa dilakukan dengan menurunkan tuas transmisi ke gigi yang lebih rendah."Untuk kendaraan yang matik-nya model lawas, memang tidak ada engine brake-nya. Biasakan mengurangi kecepatan sebelum turunan, kontrol kecepatan dengan menurunkan gear ke rendah dan menginjak pedal rem secara gradual," kata Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.Sony Susmana mengatakan, mobil transmisi matik keluaran terbaru umumnya sudah dilengkapi engine brake untuk membantu mengurangi laju kendaraan.Sementara, pada mobil matik yang belum memilikinya, perpindahan gigi harus dilakukan dengan tepat.Baca juga: Liburan ke Puncak Saat Nataru, Ini Tips Cegah Mobil Mundur di TanjakanSementara itu, Iwan, Pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic Solo, menjelaskan engine brake di turunan berguna mengurangi beban kerja rem agar tidak cepat panas, namun harus digunakan dengan benar agar tidak merusak transmisi matik.“Penggunaan engine brake harus dilakukan dengan langkah yang benar, agar tidak merusak matik, lakukan perpindahan gigi secara perlahan dan bertahap untuk mendapatkan efek engine brake,” kata Iwan kepada Kompas.com, belum lama ini.Selain itu, saat melewati turunan posisi tuas transmisi jangan langsung di pindah ke 1 atau L, pengemudi perlu memperhatikan putaran mesin.“Karena kalau putaran mesin masih tinggi bisa merusak transmisi. Lakukan perpindahan ke 1 atau L saat putaran mesin sudah rendah. Idealnya putaran ideal sampai 1.000 rpm paling aman,” kata Iwan.Iwan juga mengatakan, melakukan engine brake terlalu lama juga bisa mengakibatkan oli matik overheat, sehingga gunakan saja seperlunya.


(prf/ega)