Fenomena Badut Mengemis Libatkan Anak di Pangkalpinang Kian Marak

2026-01-11 04:04:54
Fenomena Badut Mengemis Libatkan Anak di Pangkalpinang Kian Marak
PANGKALPINANG, - Kostum badut yang semula identik dengan hiburan kini banyak digunakan sebagai sarana untuk mengemis di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Fenomena tersebut meresahkan warga karena tidak hanya dilakukan orang dewasa, tetapi juga melibatkan anak."Antara kasihan dan meresahkan. Dari simpang pasar sampai ke pinggiran kota ada yang keliling pakai kostum badut," kata Sulaiman (40), warga Selindung kepada Kompas.com, Jumat .Sulaiman berharap pemerintah daerah mengambil langkah tegas agar aktivitas mengemis tidak menjadi pekerjaan tetap. Terlebih, banyak pengemis yang membawa anak demi menarik simpati."Kita kan punya hukum perlindungan anak, itu yang mengemis bagaimana statusnya. Jangan ada pembiaran," ujar Sulaiman.Baca juga: Wajah Baru Badut Jalanan, Pergeseran Makna dan Hilangnya Esensi HiburanIa juga menyayangkan ikon badut yang kini beralih fungsi dari simbol hiburan menjadi lambang kesedihan. Pantauan Kompas.com, pengemis berkostum badut beraksi di persimpangan lampu merah hingga menyasar warung-warung kopi. Sebagian menggunakan alat musik, sementara sang anak menjajakan keranjang permintaan sumbangan.Aktivitas mengemis berlangsung hingga malam hari, terutama di pusat-pusat kuliner dan titik keramaian pinggir jalan.Kepala Dinas Sosial Pangkalpinang, Khotaman Barka mengakui maraknya pengemis berkostum badut yang membawa anak. "Memang benar ada fenomena pengemis dengan berbagai macam cara," kata Barka.Ia menegaskan bahwa penertiban gabungan rutin dilakukan, namun para pengemis kembali muncul beberapa hari kemudian. "Butuh partisipasi aktif masyarakat untuk tidak memberi dalam bentuk apa pun. Pemkot sudah punya perda, ada denda dan sanksi bagi pemberi maupun penerimanya," ucap Barka.Menurut Barka, penertiban akan terus dilakukan dengan menyasar persimpangan jalan dan fasilitas umum. "Patroli dan penindakan akan terus dilakukan terutama bagi para orang tua yang sengaja membawa anaknya," ujar Barka.Sejauh ini, para pengemis tersebut berasal dari dalam Kota Pangkalpinang dan sebagian dari luar daerah.


(prf/ega)