Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

2026-01-13 05:41:50
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis
- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi bencana alam sekaligus menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Langkah yang dipersiapkan mencakup penguatan koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota, pemantauan cuaca, penyiapan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pengawasan distribusi bahan pokok di lapangan.“Kami di Riau akan segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Ini untuk memastikan bahwa antisipasi bencana maupun persiapan Nataru berjalan efektif dan tidak ada kendala di lapangan,” ujar Hariyanto dalam keterangan resminya, Senin .Ia menambahkan, pemerintah daerah (pemda) juga akan memperkuat komunikasi dengan pihak kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Nataru.Baca juga: Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi dan Nataru 2026, Mendagri Minta Pemda Perkuat Sinergi Seluruh posko siaga, baik untuk kebencanaan maupun pelayanan publik, dipastikan beroperasi secara optimal.“Kami berkomitmen memastikan seluruh masyarakat Riau dapat menjalani akhir tahun dengan aman. Seluruh perangkat daerah sudah kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Hariyanto.Semua upaya tersebut dilakukan Pemprov Riau untuk menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.Sebelumnya, Tito memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam serta mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi Nataru.Baca juga: Soroti Bencana Alam di Tanah Air, Puan Tegaskan Langkah Penanganan TerkoordinasiArahan tersebut disampaikan Tito dalam kegiatan yang digelar secara virtual dan diikuti Hariyanto dari Kantor Gubernur Provinsi Riau, Senin.Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama pemda, mengingat intensitas cuaca ekstrem dapat memicu banjir, longsor, maupun angin kencang di sejumlah wilayah.Ia meminta seluruh kepala daerah memastikan ketersediaan peralatan kebencanaan, memetakan titik rawan, serta memperkuat sistem peringatan dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.“Saya minta para kepala daerah segera melakukan langkah antisipatif. Siapkan tim reaksi cepat, pastikan logistik tersedia, dan lakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala. Jangan menunggu kejadian membesar baru bergerak,” tegas Tito.Baca juga: Mendagri Tito Dorong Kepala Daerah Berinovasi Wujudkan Pemerintahan Efektif dan EfisienSelain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan publik menjelang Nataru.Tito mengingatkan pemda untuk bekerja sama dengan aparat TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memastikan kelancaran perayaan ibadah, distribusi kebutuhan pokok, dan pengendalian harga di pasaran.“Nataru adalah momentum yang sensitif. Kita harus menjamin masyarakat dapat merayakan dengan aman, nyaman, dan tertib. Semua perangkat daerah harus bergerak terpadu agar situasi tetap kondusif,” jelasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 04:05