Guru Besar UGM: Klorin dan Formalin di Makanan Mengancam Organ Vital

2026-01-11 04:07:04
Guru Besar UGM: Klorin dan Formalin di Makanan Mengancam Organ Vital
- Bahan pangan tak layak konsumsi karena mengandung zat kimia berbahaya masih terus ditemukan di Indonesia.Terbaru, Tim Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melakukan pengecekan keamanan pangan di pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Salatiga, Selasa , dan menemukan ada beberapa makanan mengandung klorin dan formalin.Tim menemukan produk kerupuk berwarna pink yang positif mengandung klorin.Selain itu, beberapa produk perikanan seperti teri nasi kecil, teri nasi besar, cumi kering asin, dan ikan layur, juga positif mengandung formalin.Kanit Indagsi Subdit Indaksi Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah Kompol Muchamad Zazid mengatakan, dari total 54 sampel pangan yang diuji di Pasar Raya I Salatiga, ditemukan beberapa produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.Baca juga: Temuan Hasil Perikanan Mengandung Formalin di Pasar Salatiga, Ketahui Ciri dan BahayanyaGuru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D mengatakan, klorin sebenarnya adalah bahan kimia untuk disinfektan atau pemutih, misalnya pada air kolam atau cairan pembersih.Zat kimia ini jelas bukan diperuntukkan buat makanan."Jika klorin sampai terkonsumsi, tubuh bisa mengalami iritasi saluran cerna, seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare," ujarnya pada Kompas.com, Kamis .Pada dosis lebih tinggi, klorin dapat merusak lapisan lambung dan usus, serta mengganggu keseimbangan bakteri baik di pencernaan.Selanjutnya, bila tubuh terpapar berulang dalam jangka panjang, klorin berpotensi membebani hati dan ginjal, karena organ ini harus bekerja keras menetralkan racun."Itulah sebabnya klorin dilarang digunakan untuk mengawetkan atau memutihkan makanan," tegas Prof Zullies.Baca juga: Ciri Makanan Mengandung Klorin dan Formalin, Apa Saja yang Bisa Jadi Tanda?Sementara itu, formalin adalah larutan formaldehida yang digunakan untuk pengawet mayat dan bahan industri.Sama seperti klorin, formalin sama sekali tidak boleh ada dalam makanan."Jika formalin tertelan, efek cepatnya bisa berupa rasa terbakar di mulut dan tenggorokan, mual, muntah, sakit perut, dan diare," ujarnya.Paparan yang terus-menerus, meski dalam jumlah kecil, sangat berbahaya karena formalin bersifat toksik dan karsinogenik (pemicu kanker).


(prf/ega)