– Seorang remaja asal Baduy Dalam bernama Repan (16) menjadi korban pembegalan di Jalan Pramuka Raya, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu dini hari.Insiden itu membuat korban mengalami luka sobek di tangan kiri akibat diserang empat pelaku tidak dikenal.Selain melukai korban, para pelaku juga membawa kabur 10 botol madu dagangan, sebuah ponsel, serta uang tunai Rp 3 juta yang dibawa Repan.Ketua Relawan Jaga Banten, Bahroji, mengecam tindakan kejahatan tersebut dan meminta Mabes Polri segera menindak para pelaku.“Kecepatan kepolisian dalam bertindak akan menjadi sorotan publik, apalagi korbannya adalah warga Baduy, salah satu komunitas yang seharusnya mendapat perlindungan hukum,” ujar Bahroji dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis .Ia menilai, kejadian ini mencoreng citra keamanan ibu kota.“Peristiwa terjadi di ibu kota negara yang semestinya bisa menjadi cermin keamanan dan ketertiban nasional,” ucapnya.Baca juga: Warga Baduy Dibegal di Jakarta Saat Jualan Madu, Uang Rp 3 Juta Raib, Ditolak RS karena Tak Punya KTPMenanggapi peristiwa tersebut, Lembaga Bantuan Hukum Barisan Pejuang Demokrasi (LBH Bapeksi) menyatakan siap memberikan pendampingan hukum bagi korban dan keluarganya.Ketua LBH Bapeksi Banten, Abdul Malik Fajar, menegaskan pihaknya akan memastikan korban memperoleh hak keadilan sesuai ketentuan hukum.“Kami siap mendampingi korban, karena tidak boleh ada diskriminasi terhadap warga negara, apalagi posisinya menjadi korban tindak pidana,” kata Fajar.Kompas.com/Dian Erika Repan (16) pemuda Suku Baduy Dalam saat dijumpai Kompas.com di kawasan Tanjung Duren Dalam, Jakarta Barat, Rabu . Repan merupakan korban pembegalan di Jakarta Pusat dan sempat mengalami lupa parah akibat sabetan senjata pelaku begal.Fajar juga mengungkapkan adanya dugaan penolakan pelayanan medis oleh rumah sakit kepada korban. Alasannya, korban tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).“Pasien ditolak karena alasan administratif jelas melanggar hukum dan kemanusiaan. Padahal dalam kondisi itu korban sangat membutuhkan pertolongan medis,” ujarnya.Lebih lanjut, Fajar berharap aparat penegak hukum dan pemerintah memperkuat perlindungan bagi masyarakat adat, termasuk warga Baduy.“Negara harus hadir, bukan hanya ketika hukum ditegakkan, tetapi juga saat rakyat membutuhkan perlindungan dasar,” tutur dia.
(prf/ega)
Warga Baduy Jadi Korban Begal di Jakarta, Polisi Didesak Gerak Cepat
2026-01-11 22:20:30
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:05
| 2026-01-11 21:27
| 2026-01-11 21:26
| 2026-01-11 20:47










































