- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah jinak untuk membantu membersihkan puing-puing kayu yang menumpuk di permukiman warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut.Pemanfaatan gajah terlatih ini dilakukan karena medan di lokasi terdampak sulit dijangkau alat berat.Kepala KSDA Wilayah Sigli, Aceh, Hadi Sofyan, mengatakan bahwa seluruh gajah yang dikerahkan berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree.Baca juga: Terobos Jalur Longsor, Bupati Aceh Timur Akhirnya Tiba di Lokop Bawa Bantuan Banjir"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG Share," ujarnya di Pidie Jaya, Senin dikutip dari Antara.Empat gajah tersebut bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni. Para mahot (pawang gajah) membawa mereka untuk melakukan pembersihan puing di permukiman penduduk Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.IRWANSYAH PUTRA Sejumlah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang ditunggangi mahout membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin . Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah jinak untuk membantu membersihkan puing kayu yang menutupi rumah penduduk pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz. Menurut Hadi Sofyan, pengerahan gajah dilakukan karena hewan berukuran besar ini dapat menjangkau lokasi-lokasi yang tidak bisa dilewati alat berat.Selain itu, kemampuan fisik gajah memungkinkan mereka menggeser atau mengangkat material besar, termasuk kayu-kayu gelondongan yang terseret banjir.Baca juga: Mobil Rombongan Ketua DPRK Aceh Timur Terjungkal Saat Antar Bantuan, 2 Tewas"Empat ekor gajah jinak tersebut melakukan pembersihan puing kayu atau lainnya pasca bencana, sasarannya adalah lokasi yang tidak bisa dilewati alat berat," jelasnya.Ia menambahkan bahwa gajah-gajah tersebut akan membantu membuka akses jalan yang tertutup material banjir untuk memudahkan warga kembali ke rumah mereka.IRWANSYAH PUTRA Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang ditunggangi mahout membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin . Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah jinak untuk membantu membersihkan puing kayu yang menutupi rumah penduduk pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz. BKSDA menargetkan pembersihan di dua wilayah yang terdampak banjir bandang terparah, yakni Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua."Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya," ujarnya.Selain membantu pembersihan rumah warga, gajah juga ditugaskan mengevakuasi material besar yang masih tersangkut di lingkungan permukiman.Baca juga: Kata Wamendagri dan Komisi II soal Potensi Sanksi Pemberhentian Bupati Aceh SelatanBahkan, jika ditemukan korban yang belum berhasil dievakuasi, gajah dapat turut membantu proses tersebut.
(prf/ega)
BERITA FOTO: 4 Gajah Dikerahkan BKSDA Aceh untuk Bantu Bersihkan Puing Banjir di Pidie Jaya
2026-01-11 23:30:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:50
| 2026-01-11 22:00
| 2026-01-11 21:45
| 2026-01-11 21:26
| 2026-01-11 21:13










































