Kementan Kumpulkan Donasi Rp75 Miliar untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra

2026-02-03 23:53:53
Kementan Kumpulkan Donasi Rp75 Miliar untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra
Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) mengumpulkan donasi hingga mencapai Rp75 miliar untuk  bantuan wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra. Konferensi pers pun digelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Amran menyampaikan duka cita mendalam atas bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah Sumatra, antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Melalui Kementan, dia pun mengumpulkan donasi untuk membantu korban terdampak. Sejauh ini, Kementan sudah menurunkan sejumlah tim untuk membantu kebutuhan pangan di titik-titik lokasi bencana. Dia menegaskan, stok beras untuk korban terdampak banjir bandang dan longsor harus selalu tersedia. Advertisement“Kami sejak sejak bencana, kami temukan di titik-titik bencana, kami minta kepada Sestama (Sekretaris Utama), Deputi, bergerak cepat, layani saudara kita, minta kepada Bulog, beras tidak boleh kosong, beras kita banyak,” ujar Amran di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa . Amran menuturkan, pihaknya telah mengirimkan 40 ribu ton stok beras yang untuk membantu korban. Tidak hanya beras, dia juga memastikan semua kebutuhan pokok korban dapat terpenuhi dengan baik, mulai dari minyak, beras, telur, hingga susu.“Kami sudah kirim reguler maupun bantuan langsung, yaitu 40 ribu ton kepada tiga wilayah. Juga minyak goreng, itu ribuan ton kepada tiga wilayah yang terdampak, reguler dan non-reguler, bantuan langsung,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-03 23:44